Upacara Harkitnas Diguyur Hujan Deras

Tidak ada komentar 136 views

Surabaya,(DOC) – Guyuran hujan mewarnai pelaksanaan upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) tahun 2013 di Taman Surya. Kendati demikian, kondisi tersebut tak mengurangi kekhidmatan momen Harkitnas yang ke-105 itu.
Senin (20/5/2013) pagi, cuaca hujan memang terjadi di sebagian besar wilayah Kota Surabaya. Tak terkecuali di Balai Kota. Hal itu menyebabkan pelaksanaan upacara Harkitnas sempat tertunda beberapa menit untuk menunggu kemungkinan hujan berhenti. Lantaran hujan tak kunjung reda, akhirnya diputuskan bahwa upacara tetap dilaksanakan. Namun, tidak semua peserta upacara berhujan-hujan ria. Hanya pemimpin upacara yang saat itu dipercayakan kepada Camat Rungkut, Ridwan Mubarun, dan pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) saja yang tetap melaksanakan tugasnya dibawah guyuran hujan. Peserta upacara lainnya tetap berbaris di tenda yang telah disediakan.
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, yang membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), mengatakan, memahami semangat Harkitnas sangat penting guna menanamkan etos perjuangan kepada generasi berikutnya. Yaitu, perjuangan Bangsa Indonesia ke depan untuk menjadi negara yang maju, modern, adil, dan sejahtera.
Pada kesempatan itu, wali kota juga mengajak segenap elemen masyarakat mengedepankan dialog yang konstruktif sebagai senjata utama dalam pemecahan suatu permasalahan. Sebab, para pendahulu bangsa juga menggunakan dialog dalam setiap perumusan keputusan.
“Lihatlah bagaimana mereka (para pendahulu bangsa), telah menorehkan tinta emas sejarah Kebangkitan Nasional pada 20 Mei 1908, berlanjut dengan penggalangan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 yang akhirnya berbuah manis pada hari Proklamasi 17 Agustus 1945,” ujarnya selaku Inspektur Upacara.
Dikatakan Risma -sapaan wali kota-, nilai-nilai Harkitnas tersebut dipandang masih sangat relevan diterapkan pada masa modern. Intinya adalah membangun dan memelihara kebersamaan serta persatuan, tanpa menonjolkan semangat kedaerahan.
Dia juga berharap agar setiap elemen meletakkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan kelompok. “ Semoga nilai-nilai Harkitnas mampu dirakit menjadi perahu kokoh untuk mendekatkan bangsa Indonesia menjadi lebih maju dan modern dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Risma.(r7)