Upaya Jegal Pilkada Surabaya Masih Mungkin Terjadi

Surabaya,(DOC) – Banyak keganjilan yang mengarah pada aksi penggagalan Pemilu Kepala Daerah(Pilkada) kota Surabaya tepat waktu 9 Desember 2015 mendatang. Meski Partai Demokrat dan PAN kini tengah mendaftarkan pasangan Calon Walikota(Cawali) dan Calon Wakil Walikota(Cawawali) Rasiyo – Lucy Kurniawan.

Indikasi ini terlihat pada proses pendaftaran Cawali- Cawawali di KPU kemarin, yang masih meninggalkan kekurangan kelengkapan data dari Cawawali  – Lucy. Hal ini seperti yang pernah dilakukan oleh Pasangan Rasiyo – Dhimam Abror yang juga di usung oleh 2 Partai biru tersebut.

Apalagi salah satu program yang di usung oleh pasangan ini, yaitu mewujudkan pembangunan Tol Tengah Kota Surabaya, yang selama ini ditolak oleh Pasang Cawali – Cawawali incumbent Risma – Whisnu.

Upaya untuk menggagalkan pelaksanaan Pilkada tepat waktu ini, nampaknya tak meresahkan Ketua KPU kota Surabaya Robiyan Arifin yang menegaskan, semua dokumen syarat pencalonan sudah memenuhi. Hanya surat keterangan dari pengadilan Niaga dan tes kesehatan jasmiani dan rohani yang belum diserahkan oleh Cawawali Lucy Kurniawan.

Menurut Robiyan, pasangan Rasiyo dan Lucy Kurniawan menjalani test kesehatan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Rabu(9/9/2015) pagi. “Syarat pencalonan Walikota dan Wakil  Walikota sudah kami terima. Tetapi tentu saja kami masih akan meneliti lagi dokumen-dokumen yang telah diserahkan tersebut. Kalau ternyata dalam penelitian itu masih ada dokumen-dokumen yang belum dilengkapi ataupun dokumen-dokumen yang salah, KPU akan member kesempatan untuk melakukan perbaikan,” ujar Robiyan.

Sementara itu, rumor yang berkembang di kalangan media, upaya penggagalan Pilkada dilaksanakan mundur hingga 2017, ternyata juga di dukung oleh PDI Perjuangan di tingkat yang lebih tinggi. “Banyak kubu yang sakit hati terhadap Pasangan incumbent ini. Bahkan di internal PDIP sendiri juga terpecah. Sehingga upaya penjegalan selama ini, Nampak sukses,” ujar sumber media yang tak bersedia menyebutkan namanya.(r7)