Program Gagal, Urban Farming Tetap Dijalankan

Tidak ada komentar 221 views

Surabaya, (DOC) – Dinas Pertanian Kota Surabaya tampaknya tak patah arang dengan pelaksanaan proyek urban farming di kota ini. Meski sempat beberapa kali mengalami kegagalan, terutama urban farming di kawasan perkotaan, namun dinas ini tetap mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan program urban farming 2013.

Hal ini terungkap dalam pembahasan dengan Komisi B DPRD Surabaya, Jumat (7/12/2012). Pihak dinas kembali mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan urban farming di tahun 2013 sebesar Rp 1 miliar.

Seperti diungkapkan oleh Tri Setyo Puruhito, Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya. Dalam pemaparannya, anggaran urban farming yang diajukan itu berupa pengembangbiakkan usaha perikanan bagi masyarakat. Saat disinggung tentang riwayat kegagalan proyek urban farming terdahulu, Tri Setijo membenarkan bahkan Dinas Pertanian juga sudah mengakui itu.Namun berbeda dengan proyek terdahulu ,kali ini urban farming terfokus ke bidang perikanan berupa “Keramba Apung” dan hanya diimplementasikan di daerah yang cocok serta mendukung atas pelaksanaan program ini.

Lebih lanjut Tri Setijo berharap ada evaluasi triwulan agar perkembangan program ini terus terpantau dengan baik dan harus ada pendampingan intensif dari dinas terhadap masyarakat. “Jangan sampai setelah ada bantuan, lantas terhenti karena tidak ada kemampuan untuk melanjutkan. Bila seperti itu, maka tujuan dari program membantu masyarakat dalam meningkatkan pendapatannya, tidak berhasil,” ujar Tri Setijo.

Mengingat anggaran yang dialokasikan cukup besar, maka Pemkot Surabaya diharapkan serius mencermati pelaksanaan program tersebut agar tidak hanya menjadi proyek buang-buang anggaran. (k5/r4)