Usia Tua Bukan Persoalan Untuk Ikut Membangun Bersama TMMD

Lumajang,(DOC) – Usia boleh tua. Namun semangat harus terus menyala, agak kalimat itulah yang tepat ditujukan kepada pria lanjut usia, Mbah Ponari (83) warga RT 04, RW 11, Dusun Tulungrejo, Desa Pasrujambe, Kabupaten Lumajang.

Bagaimana tidak, di usia yang tergolong tidak muda lagi Mbah Ponari tampak begitu cekatan mencangkul tanah dalam membantu program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 102, Kecamatan Pasrujambe.

Mbah Ponari tak lantas berdiam diri hanya berpangku tangan dirumahnya, berbekal cangkul pria sepuh ini berangkat dari rumahnya ikut berbaur dengan warga lainya di lokasi pengecoran jalan tembus yang menghubungkan antara dusun Jabon dan Tulungrejo.

Tubuh yang uzur tidak menghalangi semangat untuk bergotong royong bersama personel TTMD menyelesaikan pekerjaan di salah satu lokasi sasaran pembangunan TMMD ke 102.

Terik matahari dan cucuran keringat tak sedikit pun menggoyahkan Mbah Ponari tersebut demi terwujudnya tujuan pembangunan.

Ditemui dilokasi kegiatan pengecoran jalan tembus yang menghubungkan dua dusun tersebut, Mbah Ponari terlihat begitu semangat walaupun tenaga yang dimiliki hanyalah sisa-sisa dari umurnya yang sudah lanjut.

“Umur bukan penghalang bagi kita melakukan kebajikan,” tukas Mbah Ponari dengan tegas.

Bahkan, yang lebih mencengangkan lagi, disamping niat tulus membangun, partisipasi Dirinya dalam pekerjaan pembangunan bertujuan untuk memberikan motivasi bagi kaum muda setempat.

“ini adalah wujud kepedulian terhadap masyarakat yang telah dilakukan oleh TNI, sebagai bagaian dari masyarakat, saya merasa ikut memiliki jalan yang saat ini sedang dibangun,” ujarnya.

Harapan terbesar dari Mbah Ponari yang terlihat sama kuatnya dengan personil TNI dalam bekerja adalah menyelesaikan kegiatan pembangunan TMMD ke 102 tepat waktu.

“Kalau semua selesai tepat waktu, masyarakat kan bisa menikmati hasil pembangunan ini,” tuturnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, khususnya warga dusun Tulungrejo merasa senang dengan adanya jalan tembus ini, jika sebelumnya warga harus memutar menempuh jalan sepanjang 3,5 km nantinya hanya cukup berjalan 700 meter sudah sampai di Dusun Jabon.

“Terimakasih bapak TNI yang sudah berjuang untuk membuka jalan tembus bagi seluruh masyarakat, muda-mudahan segala pengorbanan dan pengabdian selama ini diberikan berkah dan rahmat dari Allah SWT,” harap mbah Ponari.(mam/r4)