Usulkan Mbah Wahab Sebagai Pahlawan Nasional

Tidak ada komentar 191 views

KH Abdul Wahab Chasbullah

Surabaya, (DOC) – Peran KH Wahab Chasbullah, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia sangat besar. Namun, hingga kini pemerintah belum menyematkan Mbah Wahab, begitu KH Wahab Chasbullah biasa disebut, sebagai Pahlawan Nasional.

Menanggapi itu, KH Hasyim Wahab, salah satu putra Mbah Wahab mengatakan, saat ini pihak keluarga Mbah Wahab dan PBNU tengah menyusun surat usulan penyematan gelar pahlawan Mbah Wahab kepada pemerintah. Usulan juga sudah
disampaikan kepada pemerintah secara lisan.

“Secara lisan kami sudah berbicara soal usulan gelar pahlawan Mbah Wahab dengan pemerintah. Pemerintah melalui Bapak Menteri Sosial setuju dan meminta kami untuk mengajukan usulan,” ujar Mbah Hasyim, usai berbicara di acara Talk Show menyambut Hari Pahlawan yang digelar GP Ansor Surabaya.

Selain soal gelar pahlawan untuk Mbah Wahab, di acara Talk Show juga dibahas sejarah perlawanan Arek-arek Suroboyo terhadap penjajah Belanda pada tahun 1945. Bondan Gunawan, bekas Mensesneg di era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang juga berbicara di acara tersebut mengatakan, peran NU pada perlawanan tersebut sangat besar. Resolusi Jihad yang dikeluarkan KH Hasyim Asy’ari saat itu dan disebarkan kepada para pejuang di Surabaya adalah penyemangat terbesar perlawanan.

Dari sini, Bondan berpendapat bahwa Islam tegas dan keras dalam konteks melawan penindasan. “Islam itu keras dalam melawan penindasan. Tapi bukan keras membunuhi orang lain,” ucapnya, menyindir kelompok tertentu yang mengusung gerakan berlabel Islam dengan aksi kekerasan.

Peran NU lainnya terhadap pembangunan Indonesia, tambah Bondan, yaitu saat awal-awal pembentukan negara. Ketika negara baru dibentuk, timbul perdebatan soal penetapan syariat Islam yang mulanya dimasukkan dalam butir Pancasila.

“KH Wahid Hasyim saat itu yang menyetujui agar tujuh kosakata itu dihapus. Ini membuktikan betapa visionernya ulama NU dalam memandang bangsa yang dibentuk dari beda-beda suku dan darah ini,” paparnya. (BGS/r3/r4)