Utang Indonesia Sampai Desember 2014 294 Triliun

Jakarta, (DOC) – Bank Indonesia (BI) melansir data utang jatuh tempo Indonesia dari Januari hingga September 2014 sebesar USD25,7 miliar atau sekitar Rp294 triliun. Dari total utang tersebut, utang pokok mencapai USD21,1 miliar, sedangkan beban bunga yang harus dibayar sebesar USD4,6 miliar.
Dalam situs resmi BI dijelaskan, dari total utang tersebut utang pemerintah dan bank sentral sendiri mencapai Rp10 miliar. Utang ini terdiri dari beban pokok mencapai USD6,4 miliar dan beban bungan USD3,6 miliar.
Sementara, untuk utang luar negeri swasta mencapai USD15,6 miliar. Total utang yang harus dibayar ini terdiri dari beban pokok sebesar USD14,6 miliar dan beban bunga USD0,9 miliar.
Utang luar negeri swasta didominasi oleh swasta non bank mencapai USD12,5 miliar, sedangkan utang swasta bukan lembaga keuangan mencapai USD10,3 miliar.
Deputi Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah bergerak melemah. Namun demikian, Mirza tidak khawatir pembayaran utang luar negeri jatuh tempo tidak akan membengkak. Meski utang jatuh tempo cukup besar, Mirza tidak khawatir karena telah menyiapkan dua strategi.
Sebelumnya, Mirza menilai, bahwa Indonesia tidak mengalami krisis ekonomi saat ini jika dilihat dari sisi fundamental negara. Meski demikian, BI mengingatkan agar Indonesia tetap belajar dari berbagai situasi makro yang pernah dihadapi di masa lalu.
Menurutnya, kondisi yang dihadapi Indonesia sekarang merupakan akibat dari turbulansi di pasar keuangan yang terjadi secara global. Menurutnya, hal ini bukan sebuah krisis.
“Ini berdampak ke semua negara termasuk kita. Kita cuma perlu istirahat, ‘minum obat’ supaya tidak masuk ICU,” kata Mirza di Hotel Luwansa. (bi/r4)