Verifikasi Berkas, Panlih Dapat Batu Nisan

Tidak ada komentar 197 views

Surabaya, (DOC) – Panlih Wawali yang sudah dibentuk beberapa waktu lalu oleh DPRD Surabaya, sudah memulai kerjanya. Senin (30/9/2013), Panlih melakukan verifikasi dua berkas calon wawali. Namun dua calon tersebut sayangnya belum menyerahkan laporan harta kekayaannya.
Dijelaskan Ketua Panlih Wawali Eddie Budi Prabowo, laporan kekayaan itu sangat diperlukan dalam verifikasi tersebut. Untuk laporan ini, Panlih tak mematok tanggalnya, namun semakin cepat lebih baik.
“Dalam rapat Panlih juga dibahas tentang siapa yang berhak mengeluarkan surat keterangan sehat pada calon, apakah rumah sakit pemerintah di Surabaya atau milik Pemprov Jatim? Hal ini akan dikonsultasikan ke KPU karena ini menyangkut apakah para calon cukup menyerahkan surat keterangan sehat atau harus dilakukan general check-up,” beber Eddie Embun, sapaan akrabnya.
Pada kesempatan yang sama, Panlih dan Pansus juga sepakat jika teknis pemilihan menggunakan tanda silang, bukan menulis nama.
Saat rapat itu, rupanya ada warga yang prihatin dengan kondisi pemilihan wawali pengganti Bambang DH. Sekitar sepuluh orang yang mengatasnamakan aliansi RT/RW se Surabaya mendatangi kantor DPRD Surabaya. Mereka membawa dua batu nisan bertuliskan ‘Mati Surinya DPRD Surabaya’.
Satu batu nisa diletakkan di tangga dewan dan satu lagi ada di lantai dua gedung itu. Menurut warga, hal itu merupakan simbol lemahnya kinerja dewan. Dua warga yang ditemui beberapa anggota dewan, Haris Yulianto salah satu ketua RT di Manukan Kulon Kecamatan Tandes dan Heri Achmad Wiyono, Bendaharan RT di Bibis menegaskan, jika langkah warga itu untuk mengkritik kerja dewan.
“Anggota dewan itu bukan mewakili partai, tapi wakilnya rakyat. Kalau kinerjanya seperti ini, berarti mereka hanya mengutamakan kepentingan politik, bukan kepentingan rakyat,” ujar Haris yang menyoal lambatnya pemilihan wawali itu. (co/r4)