Vidi Aldiano Bangun Startup untuk Satukan Kreator Seni

Surabaya, (DOC)–Solois muda Vidi Aldiano kini semakin menyelami jauh dunia barunya sebagai seorang entrepreneur. Dia kini merambah pada digital startup dan membagikan pengalamannya kepada masyarakat di Surabaya, Minggu (17/12/2017) siang di Gedung Siola.

Menilik jejaknya, Vidi lebih dikenal di dunia tarik suara, musisi, dan sekaligus penulis lagu. Aktivitasnya sebagai seorang enterpreneur diawali dengan mendirikan manajemen label rekaman, VA Management, hingga bisnis mode VA Apparel dan kuliner, H Gourmet & Vibes serta Vidi Vini Vici.

Setelah sukses menjalani bisnis di tiga bidang yang berbeda, Vidi Aldiano kemudian mencoba untuk terjun ke bidang lainnya, yaitu startup digital.

Mei 2017 lalu, tepatnya saat menjadi pembicara di acara Geekfest 2017, Vidi Aldiano sempat mengumumkan nama dari startup digitalnya, yaitu KROWD.

Nah, pada kesempatan kedua Vidi Aldiano bercerita mengenai perkembangan dari perusahaan rintisannya yang bakal diluncurkan pada awal tahun 2018 ini.

Vidi menceritakan alasannya menciptakan startup semula berawal dari masalah pribadinya saat menggarap album baru.

Kala itu ia kesulitan menemukan orang yang mumpuni dan mengerti seleranya untuk membuat video klip musik maupun cover album.

“Jadi ceritanya saat aku mau meluncurkan album Persona, aku sempat kesulitan mencari kreator yang sesuai dengan mauku. Pengennya tidak hanya dalam bentuk CD biasa, tapi dalam bentuk artbook,” ujarnya saat mengenalkan Krowd di Koridor, Co-working Space, Gedung Siola Lantai 3, Surabaya, Minggu (17/12/2017).

Demi mewujudkan keinginannya itu, Vidi memberanikan diri berkenalan dengan banyak orang dari berbagai bidang pekerjaan. Sampai akhirnya dia berhasil mewujudkan artbook yang dia inginkan dengan bekerja sama lintas industri.

“Sampai akhirnya aku berkolaborasi lintas industri untuk menciptakan artbook album Persona ini. Ada orang-orang radio, kreator, dan banyak lainnya,” kata dia.

Menurutnya, generasi muda sekarang sudah mulai memiliki jiwa entrepreneurship yang kuat. Bisnis start up menjadi salah satu bisnis baru yang digeluti generasi muda.

“Sekarang enggak perlu nunggu lulus sekolah atau kuliah. Mereka sudah mulai mikir mau melakukan apa yang bisa membawa perubahan. Mereka bukan lagi orang yang punya mindset kerja sama orang atau jadi pegawai. Apalagi industri kreatif itu sebenarnya, tenaganya adalah ide,”urai dia.

Krowd yang didirikan oleh Vidi adalah collaboration platform untuk mempertemukan kreator kreatif dengan kreator lainnya, agar mereka bisa saling bertemu, berkolaborasi, dan berkarya bersama.

“Krowd akan menjembatani hingga  mempertemukan orang-orang yang punya ide (inisiator) tapi mungkin mereka kekurangan orang yang punya skill (kolaborator) yang bisa mewujudkan visi misi mereka. Di sinilah bisa menjadi tempat mempertemukan orang-orang itu,” kata dia.

Vidi mengatakan Surabaya menjadi kota kedua dia memperkenalkan Krowd setelah Jakarta. Vidi menjelaskan ada 3 variabel didalam platform krowd. Pertama, insiator yang merupakan seseorang yang harus memiliki ide dan tujuan yang jelas. Selain itu, harus memiliki project yang berdampak positif bagi lingkungannya.

Kedua, kolaborator yaitu orang yang bergabung di website krowd yang masing-masing memiliki skill berbeda. Nantinya dia akan gabung dengan project dari inisiator. Ketiga, konektor yang tak lain adalah krowd.

Terkait idealisme yang dimiliki masing-masing orang, Vidi mengaku hal itu menjadi kekurangan sekaligus kelebihan. “Orang idealis itu bagus, dia mengerti tujuannya ke mana, tapi sebaiknya orang idealis harus punya skill lain. Dia harus melihat kalau ada pengetahuan lain yang bisa menunjang kemampuannya. Makanya, kolaborasi itu bisa jadi jalannya,”ujar pemilik lagu Status Palsu itu.

Vidi mengatakan dia juga melakukan seleksi dalam pemilihan inisiator maupun kolaborator.

“Kita tidak mau asal aja. Misal pengen bikin film tapi ngga punya background apa-apa, cuma butuh duit aja, kita ngga bisa terima kayak gitu. Yakin, krowd ini nanti bisa bantu banyak orang yang mungkin tadinya stuck, dia punya ide bagus tapi ngga punya kenalan banyak, mungkin dia introvert. Maka, platform ini bisa mendorong anak-anak muda untuk berkolaborasi, semacam simbiosis mutualisme,” paparnya.

Rencananya, saat launching Januari 2018 mendatang, Vidi akan langsung melakukan tour ke tiga kota. Di antaranya Jogja, Bandung dan Surabaya lagi.

“Krowd nanti menyediakan dua pilar bisa offline dan online. Kalau offline seperti sekarang ini. Jadi buat temen-temen yang enggak bisa hadir bisa join lewat online,” imbuh dia. (nps)