Vox Populi Survei, Unggulan Bacagub Jatim Teratas La Nyalla

La Nyalla Matalitti.

Surabaya (DOC) – Ketua Umum Kadin Jatim La Nyalla Mattalitti terus menyodok ke atas dalam bursa bakal calon gubernur (Cagub) Jatim 2018. La Nyalla mengungguli tiga kandidat lain, yakni Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, dan Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

Kali ini, La Nyalla diunggulkan lembaga Vox Populi Survei (VPS). Berdasar hasil survei terbaru terkait preferensi pemilih di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jatim, ada empat nama yang layak maju sebagai cagub Jatim, yaitu La Nyalla Mattalitti, Tri Rismaharini, Khofifah Indar Parawansa, dan Gus Ipul.

Dari keempat tokoh itu, La Nyalla dipilih 26,4 persen responden. Di posisi kedua, ada nama Risma dengan elektabilitas 21,3 persen. Khofifah di urutan ketiga dengan 20,1 persen, dan Gus Ipul di urutan keempat dengan 14,3 persen.

“Dengan simulasi pertanyaan terbuka secara spontan dengan pertanyaan kepada responden, siapa yang akan saudara pilih jika pemilihan Gubernur dilakukan hari ini. Ternyata nama La Nyalla menduduki urutan pertama,” kata Direktur VPS, Anugrah Kurniawan dalam rilisnya, Rabu (11/10/2017).

Dijelaskan, keempat tokoh tersebut selalu unggul dari simulasi dengan tokoh lainnya yang berpontesi, seperti Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas (3,2 persen), Inspektorat Jatim Nurwiyatno (2,1 persen) dan anggota DPR Nurhayati Assegaf (1,8 persen). Adapun yang tidak menjawab sebanyak 10,8 persen.

“La Nyalla memimpin karena berhasil menjalankan strategi komunikasi yang efektif di lapangan. Kita ketahui dari responden bahwa La Nyalla ternyata dalam setahun terakhir ini hampir setiap hari turun menyapa rakyat di seluruh Jatim,” ujarnya.

Dalam survei itu, menurutnya, juga merekam persepi responden terhadap kondisi ekonomi keluarganya di masa pemerintahan Soekarwo-Saifullah Yusuf. Dari survei ditemukan fakta alasan responden dalam memilih sejumlah tokoh sebagai pengganti Soekarwo.

Dengan pertanyaan, setelah memaparkan kondisi ekonomi keluarga, siapakah yang akan dipilih sebagai pengganti Soekarwo?, La Nyalla mendapat pilihan terbanyak 29,4 persen karena dinilai punya segudang pengalaman sebagai pengusaha dan memimpin organisasi kredibel seperti PSSI, Kadin, dan HIPMI.

“La Nyalla dinilai mampu menciptakan pemerintahan yang bisa memberikan solusi bagi warga, seperti terbukanya lapangan kerja yang lebih luas dan iklim investasi yang kondusif, membuka jaringan pemasaran produk UMKM Jatim, menyediakan fasilitas pendidikan dan Kesehatan yang murah dan terjangkau,” paparnya.

Lalu Risma dipilih 22,1 persen responden dengan alasan pengalaman sebagai PNS birokrat dan Wali Kota Surabaya. Pengalaman yang dimiliki Risma tersebut, akan bisa memperbaiki kinerja Pemprov Jatim.

Nama Khofifah mendapat dukungan 19,2 persen responden karena ketua Muslimat NU itu dianggap memiliki kemampuan untuk meningkatkan kegiatan-kegiatan soial di masyarakat seperti rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, perlindungan sosial, dan penanganan fakir miskin serta anak jalanan.

Adapun 12,3 persen responden memilih Gus Ipul karena dia sebagai wakil gubernur petahana dinilai mampu meneruskan kepemimpinan Soekarwo. Sedangkan nama-nama lainnya masih berada di bawah keempat tokoh tersebut, dan yang belum menentukan pilihan 9,4 persen.

Anugrah menambahkan, terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh gubernur-wakil gubernur Jatim mendatang. Berdasarkan hasil survei, sebanyak 37,2 persen berharap Gubernur Jatim baru nanti akan bisa menciptakan iklim usaha yang aman dan meningkat.

Selain itu, menghasilkan pembukaan lapangan kerja baru, sebesar 20,3 persen menginginkan fasilitas Kesehatan yang murah dan berkualitas sebanyak 20,3 Persen. Lalu ada 16,2 persen responden berharap fasilitas pendidikan semakin baik, 13,1 persen ingin pemerataan pembangunan infrastruktur, dan 13,2 persen berharap ada peningkatan serta kemudahan mengakses fasilitas air bersih.

Survei ini dilaksanakan pda 28 September sampai 6 Oktober 2017. Dengan menggunakan metode multistage random sampling, survei menyasar 1.225 responden dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error kurang lebih 2,8 persen. (bah)