Wagub Jatim : Gedung Harus Punya Ruang Merokok

Tidak ada komentar 244 views

Surabaya, (DOC) – Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf menyatakan Jatim merupakan  propinsi tembakau/rokok, dan kontribusi cukai rokok di Jatim cukup besar, yakni  sekitar Rp. 60 triliun. Karena itu  kalau membangun gedung harus berwawasan kesehatan dengan menyediakan  ruang khusus merokok.
Jangan sampai orang yang merokok/ perokok jadi masyarakat kelas dua, kalau mau merokok harus di ruang pojok. “Merokok tidak mungkin dilarang. Karena itu, sebaiknya disediakan ruang khusus yang bersih dan menyejukkan  bagi masyarakat yang merokok,” ujarnya .
pada Seminar Advokasi Kebijakan Publik Berwawasan Kesehatan, di Empire Palace Surabaya, Senin (22/10) malam.

Advokasi ini intinya upaya membuat faktor kesehatan bisa menjadi arus utama semua kebijakan publik berwawasan kesehatan. Karena melalui kebijakan pemerintah bisa mendorong masyarakat untuk mau melaksanakan membangun budaya atau pola hidup yang sehat. Sebab semua bidang pembangunan tidak ada artinya jika tidak sehat.

Untuk lebih membudayakan hidup sehat, kata gus Ipul —panggilan Wagub–, harus ada fasilitas. Misalnya kampanye buang sampah pada tempatnya tetapi disekitar lokasi tidak ada tempat sampah. “Untuk itu fasilitas kesehatan harus cukup tersedia agar budaya hidup sehat terus berkembang,” pesannya.

Begitu pula dengan ruang menyusui bayi (Inisiasi) harus tersedia. Karena orang yang sehat artinya selain sehat jasmani dan rohani, juga harus bisa melahirkan generasi penerus yang sehat.

Sementara itu Kepala Pusat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Lili S Sulistiowati, MM mengatakan, seminar ini untuk meningkatkan komitmen para stake holder dalam percepatan pencapaian derajat kesehatan.

Dalam seminar yang diselenggarakan kementrian Kesehatan RI ini berlangsung dua hari yaitu tgl 22 sampai 23 Oktober dan diikuti 214 orang lintas program yang terdiri dari anggota DPRD, Bappeda, Bappemas, Kepala Dinkes, Direktur Poltikes, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Organisasi Profesi Kesehatan Kab/ kota se Jatim

Output yang diharapkan di akhir Seminar ini, para peserta menandatangani rumusan-rumusan komitmen bersama untuk ditindaklanjuti di kabupaten/ kota masing-masing, utamanya isu-isu kesehatan yang terkait dengan perilaku, seperti misalnya dengan membangun kawasan tanpa rokok, peningkatan memberikan ASI eksklusif, dan penanggulangan HIV/ AIDS. (R-12/R9)