Wahana Baru Untuk Tambah Income

Tidak ada komentar 208 views

Surabaya,(DOC) – Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) berencana membuat wahana baru guna meningkatkan pendapatan perusahaan. Wahana yang diberi nama ‘Animal Zoo’ itu akan dibuka pada saat Lebaran.

Menurut Kepala Humas PDTS KBS,  Ryan Adi Djauhari sebenarnya wahana ini bukan wahana baru. Tapi PDTS KBS berupaya memperbaiki sehingga terkesan lebih menarik. Selain itu, jenis satwa yang ada didalam wahana ini juga diganti. Satwa yang diganti adalah orang utan dan beruang. Kedua satwa itu diganti dengan berang-berang dan binturong. Penghuni wahana ini juga ada pelikan dan sejumlah burung lainnya. Jika sebelumnya pengunjung bisa menikmati dengan gratis wahana ini, nanti akan ada tiket tersendiri. Artinya, tiket itu berbeda dengan tiket masuk KBS. “Untuk berapa biaya untuk renovasi ini, kami belum menghitung. Tapi yang pasti dananya sudah ada,” katanya, Rabu(17/6/2015) kemarin.

Ryan menambahkan, sejauh ini pembangunan wahana ini masih dalam taraf pengerjaan. Meski sudah dikerjakan, pihaknya masih belum dapat mengungkapkan berapa besaran tiket masuknya. Tiket ini masih dalam kajian direksi. Kajian ini dilakukan agar nantinya muncul angka yang benar-benar tepat. PDTS KBS tidak ingin tiket wahana ini cukup membebani masyarakat. Sebab, masyarakat harus tetap bisa menikmati wahana yang bertujuan sebagai tempat edukasi ini. “Wahana ini (animal zoo,red) nantinya akan mempertunjukkan perilaku hewan, terutama saat mereka menyantap makanan,” terangnya.

Diketahui, dalam setahun, biaya operasional kebun binatang yang ada di Jalan Setail ini mencapai Rp1,7 miliar. Sedangkan perolehan pendapatan sebesar Rp1,6 miliar. Sehingga masih ada defisit sekitar Rp100 juta. Hampir 92% dari total pendapatan ini diperoleh dari tiket masuk. Direksi pun memutar otak agar pendapatan KBS, paling tidak bisa sebanding dengan pengeluaran. Sehingga tidak menderita kerugian. “Dalam mengelola satwa, kami berupaya untuk mandiri dengan tidak terus-menerus bergantung pada subsidi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Misalnya dengan menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan swasta,” kata Plt Direktur Utama PDTS KBS, Aschta Boestani Tajudin.

Disisi lain, perusahaan pelat merah ini menjalin kerjasama dengan sejumlah perusahaan besar. Diantaranya. PT. Pelindo III, PT Indosat Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI). PT Pelindo III memberikan bantuan renovasi aquarium. PT Indosat Tbk memfasilitasi materi pendidikan digital berupa aplikasi ‘Surabaya Zoo’. Ini merupakan aplikasi mobile yang menyajikan berbagai informasi seputar KBS. Selanjutnya, BRI akan menerapkan sistem e-ticketing. Dengan sistem ini, pengunjung bisa melakukan pemesanan tiket via online. “Suatu kebanggaan bagi kami bekerjasama dengan tiga perusahaan tersebut. Ini menunjukkan kepedulian dunia usaha dalam mendukung KBS,” imbuhn Aschta.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Mazlan Mansur meminta pada semua BUMD milik Pemkot, termasuk PDTS KBS, fokus mengejar keuntungan. Pasalnya, BUMD sejak awal dibentuk memang bertujuan profit oriented. Jika ternyata BUMD itu dibentuk hanya untuk pelayanan publik yang pada akhirnya malah menanggung kerugian, maka sebaiknya BUMD itu dibubarkan saja. “BUMD harus berfikir soal keuntungan, janga hanya pelayanan publik. Jika ingin untung ya harus inovatif. Misalnya membuat wahana-wahana baru di KBS yang itu ada tiketnya tersendiri,” terangnya.(r7)