Wajib Pajak Mokong, Bangunan Disita

Tidak ada komentar 125 views

Surabaya, (DOC) – Pemerintah kota Surabaya mengancam akan menyita obyek pajak, jika hingga batas waktu yang ditentukan belum ada itikad para wajib pajak untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan. Kepala Dinas Pendapatan dan pengelolaan kota Suhartoyo, Selasa (30/7/2013) mengungkapkan, penyitaan dilakukan, apabila teguran pertama hingga ketiga yang diberikan selama 30 hari diabaikan oleh pemilik bangunan. Meski selama ini sebagian para wajib pajak langsung memenuhi kewajibannnya membayar tunggakan pajak, ketika menerima surat teguran.
“Ketika jatuh tempo, belum bayar kita lakukan teguran atau tagihan. Disamping kena denda 2 persen tiap bulan, jika peringataan 1, 2, 3 selama 30 hari yang belum bayar bisa disita,” tegasnya.
Suhartoyo mengatakan , jumlah tunggakan pajak bumi dan bangunan sejak tahun 1994 hingga 2012 mencapai 523 Milyar. Dari sejumlah tunggakan tersebut, sebagian diperkirakan adalah bangunan yang tidak terkena pajak seperti bangunan pemerintah, fasilitas umum, sekolah dan nomor obyek pajaknya dobel.
“Tidak semuanya bisa ditagih, karena ada satu obyek pajak punya Nomor Obyek Pajak (NOP) dobel bahkan triple, jika satu sudah bayar berati yang itu gak mungkin bayar lagi. Jika sudah ada nanti barangkali yang lain kita batalkan. Tapi dulu ditetapkan sebagai obyek pajak, ini kan gak bener,” terangnya.
Untuk membenahi data objek pajak, Pemerintah kota Surabaya saat ini melakukan verifikasi objek pajak. Tahun ini, target pendapatan yang diraup dari pajak bumi dan bangunan sekitar 794 Milyar. Dari target tersebut, sekitar 51 persen telah dicapai.
“Sampai sekarang sudah tercapai 51 persen, padahal SPPT tahun 2013 yang kita terbitkan Rp. 565 Milyar,” ujar Suhartoyo.
Untuk menggenjot pendapatan dari sektor pajak, pemerintah kota surabaya selain aktif menyampaikan himbaun tentang pembayaran pajak, juga menyediakan 10 mobil keliling untuk melayani pembayaran pajak di sejumlah kawasan.
“Bu wali juga ikut mengingatkan kepada para wajib pajak yang besar-besar, ketika ada pertemuan ikut mengingatkan PBB nya jangan lupa. Bahkan bapak-bapak dewan juga membantu itu,” katanya. (k4/r4)