Wali Kota Ajak Pemuda Lebih Peduli Lingkungan

Tidak ada komentar 151 views

Surabaya, (DOC) – Global Warming juga polusi udara yang semakin gencar dan mewabah merupakan tanggung jawab kita bersama. Sebagai manusia yang hidup di bumi kita wajib melestarikan bumi kita. Hal itu harus dimulai sekarang demi masa depan anak cucu kita kelak.
Untuk mendukung itu semua, Fakultas Teknik Lingkungan FTSP ITS Surabaya menggelar Environmental Youth Mini Confrence (EYMC), Kamis (24/4), di gedung Perpustakaan Bank Indonesia. Dalam kesempatan tersebut Wali Kota Surabaya secara resmi membuka EYMC.
Wali Kota terbaik dunia ini juga menyampaikan bahwa Pemkot Surabaya sudah melakukan beberapa hal terkait mengurangi pemanasan global di Surabaya. Tidak hanya membangun taman, namun Pemkot juga mengajak warga Surabaya untuk peduli terhadap lilngkungan kampungnya.
Pemkot bersama warga Surabaya bahu-membahu membangun kampung yang ramah lingkungan. Sebagai pemuda juga harus punya kewajiban untuk peduli terhadap lingkungannya. “Kita bersama warga tidak hanya fokus pada kebersihan kampung saja. Kita kelola lingkungan secara lengkap, mulai dari pengelolaan sampah, pengelolaan air limbah menjadi air besih, dan memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang bernilai,” ujarnya dihadapan mahasiswa dan siswa SMA.
Wali Kota Surabaya perempuan pertama ini juga menunjukkan secara langsung kondisi kampung yang ada di Surabaya. mulai dari bagaimana warga mengelola sampah menjadi kompos, dan membuat alat pengelolaan air limbah yang dibangun dengan swadaya.
“Kenapa alat pengelolaan airnya berbeda-beda setiap kampung. Karena itu memang mereka bangun sendiri uangnya mereka peroleh dari swadaya warga. Kita selaku pemerintah hanya memberikan ilmu bagaimana cara membangun alat itu. Terus kita tidak henti-hentinya memotivasi mereka untuk selalu menjaga lingkungan mereka. Hasilnya, kampung Surabaya sekarang sudah banyak yang bersih, bebas penyakit, hijau, sejuk, dan nyaman,” pungkasnya.
Dari hasil pengelolaan air limbah rumah tangga menjadi air bersih, lanjut Risma, ternyata terjadi penghematan pemakaian air PDAM. Ketika, dulu mereka menyiram tanaman atau mencuci motor dan mobil menggunakan air PDAM. Sekarang mereka bisa memanfaatkan air dari pengelolaan tersebut untuk menyiram tanaman dan mencuci motor.
“Pengelolaan air limbah tidak hanya berada di kampung saja. Tapi, kita juga banguna di kantor pemerintahan, puskesmas, sentra PKL, dan taman kota. Supaya air limbah tersebut tidak dibuang sembarangan, biasanya kan kalau PKL pedagangnya suka sembarangan membuang air limbahnya, sekarang sudah tidak bisa,” imbuhnya.
Tak hanya itu, Risma juga menjelaskan di salah satu taman di Surabaya sudah memanfaatkan kompos menjadi alternatif energy sebagai pembangkit tenaga listrik. “Manfaat kompos tidak hanya digunakan sebagai pupuk tanaman, namun juga dimanfaatkan sebagai penghasil listrik,” tukasnya.
Sementara itu, Kepala Jurusan Teknik Lingkungan Edi Supriadi Sujono mengatakan EYMC ini merupakan rangkaian acara memperingati Hari Bumi 2014. Beberapa rangkaian acara telah dilakuakn sebelumnya seperti gowes, lomba karya ilmiah inovasi teknologi lingkungan, tanam pohon, dan uji emisi.
“Melalui EYMC diharapakan pemuda di Surabaya mampu memberikan solusi terkait pemakaian sumber daya air, pesisir dan ruang, serta sanitasi air limbah. Hasil diskusi ini nantinya bisa dijadikan masukan bagi Pemkot Surabaya untuk membangun Kota Surabaya yang lebih ramah terhadap lingkungan. juga berpartisipasi mengurangi pemanasan global,” jelasnya. (r4)