Wali Kota Minta Kejari Tanjung Perak Usut Keuangan PD RPH, Curiga Uang Pemkot Hilang

Tri Rismaharini

Surabaya,(DOC) – Hasil Inpeksi Mendadak(Sidak) Komisi B DPRD kota Surabaya, Kamis(21/9/2017) kemarin, yang merekomendasikan Perusahaan Daerah(PD) Rumah Potong Hewan(RPH) di Jl Pegirikan Surabaya, memang membutuhkan penambahan modal untuk renovasi gedung, nampaknya masih belum sependapat dengan Walikota Tri Rismaharini.

Dihadapan sejumlah awak media, Tri Rismaharini mengaku trauma untuk mengabulkan permintaan tambahan modal PD RPH sebesar Rp.30 milliar.
Menurut dia, saat ini di internal managemen PD RPH masih terjadi masalah keuangan yang harus di selesaikan.
Tambahan modal akan diberikan, apabila persoalan itu clear terlebih dahulu.

“Aku gak mau dulu kalau belum uang itu clear. Aku gak mau menyertakan. Terus terang aku trauma,” tutur Tri Risma saat diruang kerjanya, Jumat(22/9/2017) siang.

Guna menuntaskan persoalan keuangan di internal managemen PD RPH, pihaknya telah menggandeng Kejaksaan Negeri(Kejari) Tanjung Perak Surabaya untuk mengusutnya.
Wali Kota perempuan yang baru saja meraih penghargaan dari Unesco, mencurigai uang milik Pemkot itu hilang.

“Saya kasih tau ya, ini masih dilaporkan ke kejaksaan karena aku curiga ada uang yang hilang. Mumpung Kepala Kejari Tanjung Perak sekarang, orangnya menakutkan. Mantan KPK,” cetusnya.(rob)