Wali Kota Tolak Bangun Mall di Terminal Joyoboyo

Tidak ada komentar 153 views

Kantor UPTD Joyoboyo masih proses pembangunan

Surabaya, (DOC) – Gara-gara ditolak Wali Kota Tri Rismaharini, revitalisasi Terminal Joyoboyo yang semula akan dibangun delapan lantai kini diubah empat lantai yang semuanya untuk mendukung kinerja terminal tipe C tersebut.

Rencana awal, revitalisasi Terminal Joyoboyo memang diperuntukan parkir, perkantoran dan mall. Namun, rencana pembangunan mall yang jadi satu dengan kantor terminal ditolak oleh wali kota. “Saya tak mau bangun mall di Joyoboyo. Jadi bangunan empat lantai itu hanya untuk kantor dan kebutuhan Terminal Joyoboyo,” ujar Risma kemarin.

Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) itu melanjutkan, dalam kondisi terdesak pun Pemkot tak akan membangun mall. Pihaknya lebih suka kalau Pemkot konsentrasi untuk pembangunan pusat layanan publik.

“Kalau ada yang mau bangun mall biar pihak swasta saja. Jadi Pemkot jangan sampai ikut-ikutan bangun mall,” ungkapnya.

Risma menegaskan, kalau Pemkot memaksakan diri untuk membangun mall di Joyoboyo, secara keuntungan jelas tak maksimal. Tapi kalau swasta mau membangun pihaknya mempersilahkan.

Sementara itu, Kabid Sarana dan Prasarana Trasportasi Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Irvan Wahyu Drajat menuturkan, rencana revitalisasi terminal sudah berjalan sejak 21 Juni lalu. Pembangunan terminal ini akan dilakukan hingga 2014 mendatang dengan diawali pengerjaan kantor UPTD Terminal yang rencananya dibuat empat lantai.

Dalam operasional terminal petugas Dishub di sana membangun tempat penampungan sementara (TPS) di dekat pangkalan angkot.

Sementara sebanyak 14 pedagang yang biasa mangkal di terminal juga sudah pindah. Mereka menyebar dan mencari tempat kosong di sekitar terminal untuk tetap bisa berjualan di sana. Mereka akan kembali lagi ke lokasi tersebut setelah pembangunan kantor UPTD selesai.

“Lantai satu ini rencananya akan digunakan untuk koperasi, poliklinik dan ATM bersama. Sedangkan lantai dua untuk kantor UPTD, lantai tiga untuk ruang kepala UPT dan stafnya serta ruang pertemuan,” ujar Irvan.

Selain itu, lanjutnya, lantai empat ada controlroom yang menjadi pusat auto traffic control system (ATCS) atau sistem kendali lalu lintas kendaraan di kawasan Surabaya Selatan dengan intelegence transport system (ITS).“Pembangunannya bertahap dan tahun ini rencananya lantai satu dan dua dulu. Lantai tiga hingga empat akan kami kerjakan tahun depan,” ungkapnya.

Pada tahap pertama anggaran yang dikucurkan sekitar Rp 2 miliar. Irvan menarget pembangunan kantor UPTD selesai tahun depan. (r12/r4)