Walikota Himbau Siswa Peserta Unas Tidak Stress

Tidak ada komentar 192 views

Surabaya,(DOC) – Tidak mau di tuding amburadul, Walikota Surabaya Tri Rismaharini membuat himbahuan tertulis menjelang pelaksanaan ujian nasional (unas) SMA / SMK yang digelar 14-16 April 2014 mendatang.

Himbahuan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di ruang kerjanya gedung Balai Kota Surabaya, Senin (7/4/2014). “Ini saya tulis sendiri, tolong difotokopi untuk diketahui oleh masyarakat luas menjelang unas agar anak anak kita tidak grogi,” katanya.

Pesan Walikota Perempuan ini, ditujukan kepada para orang tua siswa peserta Unas, agar terus memberi motivasi putra putrinya sekaligus membesarkan hati mereka untuk siap menghadapi unas.”Saya yakin persiapan anak anak lebih dari tahun lalu. Makanya jangan galau agar saat menghadapi ujian anak bisa tenang,” katanya.

Sedangkan untuk siswa, Ia meminta agar tidak stres atau kehilangan percaya diri. Untuk mengantisipasinya, menurut Risma, para siswa diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan tidak terlambat datang ke sekolah saat unas, membawa peralatan tulis dan menjaga kesehatan. Ia juga mewanti-wanti ke para siswa dan orang tua untuk tidak percaya pada info adanya bocoran soal.”Yang penting jangan melakukan kecurangan. Para kepala sekolah diminta untuk menyiapkan anak anak peserta unas agar memiliki karakter unas. Jangan dibiarkan anak anak menyontek jawaban agar mereka memiliki jiwa yang tangguh dan berkarakter,” kata Walikota asal PDIP.

Risma yakin jika siswa peserta Unas se Surabaya dapat melaluinya dengan baik karena persiapan yang dilakukan Dinas Pendidikan Kota Surabaya sudah maksimal. “Kami sudah melakukan persiapan dengan baik diantaranya melakukan try out secara rutin seminggu sekali,” ujar Risma.

Try out online ini sudah diinstruksikan dilakukan seminggu sekali di setiap sekolah untuk anak anak yang akan menjalani ujian nasional. Sebelumnya try out dilakukan hanya sebulan sekali. Hal ini bisa dilakukan karena Diknas memiliki bank soal sehingga memudahkan sekolah untuk mengakses soal dan menggelar try out rutin.

“Saya tak menargetkan nilai, tapi anak anak surabaya punya komitmen berjuang. Kalau lulus insyaalloh tak ada masalah karena kita lakukan threatmen sekolah yg punya siswa siswa kurang dalam nilai akademik yang dipantau melalui raport online,” tambah Risma.(r7)