Walikota Minta Keringanan Bangun MRT

Tidak ada komentar 273 views

Surabaya,(DOC) – Rencana pemerintah kota (pemkot) membangun moda transportasi masal berupa monorel dan trem terus dimatangkan. Terbaru, walikota Surabaya Tri Rismaharini mengaku baru saja menemui pemerintah pusat guna meminta keringanan pembiayaan dalam mewujudkan dua proyek prestisius itu.
Tri Rismaharini menuturkan, rencana pemerintah kota mengembangkan Mass Rappit Transportasion (MRT) atau angkutan massa cepat berupa monorel dan trem harus dikaji secara mendalam. Misalnya yang dibantu pusat adalah trem saja, maka mulai sekarang ia harus memperhatikan lagi daya tarik investasinya.
“Mungkin saja, kemarin investor tertarik karena ada dua. Makanya, untuk detailnya baru akan kita bicarakan nanti,” kata Walikota, Kamis (7/11/2013).
Risma, sapaan Tri Rismaharini menyebutkan, terkait rencana pembangunan monorel dan trem sebenarnya sudah banyak investor yang tertarik. Baik itu yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri.
“Untuk nama-nama investornya saya tidak hapal. Karena saya bukan panitia lelangnya,” terang Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeko) ini.
Risma menegaskan, dalam rencana pembangunan MRT masalah investais mendapat perhatian serius dari pemerintah kota. Jika tidak, maka tidak menutup kemungkinan akan mengurangi minat investor.
“Untuk mulai pembangunanya sebenarnya kita berharap tahun ini. Tapi Bappenas (badan perencaan pembangunan nasional) kok gak itu. Tidak menutup kemungkinan kita akan langsung tender saja,” katanya.
Kabag Kerjasama Pemkot Surabaya, Ifron Hady Susanto, sebelumnya menuturkan, rencana pemerintah kota (pemkot) Surabaya, mengembangkan angkutan massa cepat berupa monorel dan trem mendapatkan apresiasi positif dari pihak World Bank (Bank Dunia). Apresiasi positif tersebut disampaikan oleh utusan World Bank perwakilan Asia Pasifik, saat berkunjung ke Balai Kota Surabaya, Kamis (19/9).
Ifron mengatakan, kedatangan pihak World Bank ke Surabaya untuk mengetahui perkembangan pembangunan sistem transportasi massal. Termasuk mendiskusikan tentang kendala apa saja yang dihadapi Pemkot Surabaya dalam realisasi pembangunan trem dan monorel.
“Mereka ingin lihat perkembangan dan meminta bu wali menyampaikan apa saja problem yang mau diselesaikan. World Bank akan terus memantau perkembangannya karena ini kan proyek besar,” tegas Ifron Hady Susanto.
Menurut Ifron, pihak World Bank sudah sejak awal memberikan perhatian dengan aktif membantu untuk menyempurnakan Fasibility Study (FS) atau study kelayakan pembangunan trem dan monorel. Mengingat rencana penggunaan monorel dan trem merupakan yang pertama kali bagi pemkot Surabaya.
“Sejak awal mereka perhatian dengan terus melakukan pendampingan. Karena monorel dan trem kan asing bagi kita,” sambung Ifron.
Dijelaskan Ifron, pembangunan trem dan monorel menjadi target prioritas bagi Pemkot Surabaya untuk segera direalisasi. Dengan jumlah penduduk yang terus bertambah dan peningkatan volume kendaraan yang tidak sebanding dengan penambahan jalan baru, Kota Surabaya terancam menjadi kota statis jika tidak memprioritaskan pembangunan trem dan monorel.(k1/r7)