Walikota Plototi Proyek Infrastruktur yang Menyimpang Rencana

Surabaya,(DOC) – Sejumlah proyek pembangunan infrastruktur dilingkungan pemkot Surabaya, mendapat sorotan langsung dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, dengan melakukan sidak ke lokasi proyek, Selasa (25/6/2013) siang kemarin.
Dalam sidak tersebut, Walikota menemukan perencanaan proyek yang tidak sesuai. Hal ini seperti yang terlihat di proyek jembatan di sekitar bundaran ITS.
Informasinya, kontraktor telah memenangi proses lelang sejak April 2013. Tapi, hingga kini proses pengerjaan sama sekali belum berjalan. Dari hasil pantauan juga tidak terlihat adanya alat berat maupun material untuk pembangunan. Kontan saja, kondisi tersebut membuat wali kota uring-uringan.
Risma -panggilan wali kota- yang saat itu didampingi Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Erna Purnawati, Kabag Bina Program Eri Cahyadi, dan Kabag Humas Nanis Chairani segera menegur seorang dari pihak kontraktor yang bertanggung jawab atas proyek tersebut.
“Bagaimana ini kok sampai sekarang belum ada pengerjaan. Kalau seperti ini bukan hanya pihak anda saja yang rugi tapi juga warga Surabaya,” katanya dengan nada geram.
Dia lantas memberi tenggat paling lambat akhir Juni harus sudah ada aktifitas pembangunan. Jika tidak, orang nomor satu di Pemkot Surabaya itu tidak akan segan meneruskan masalah ini ke pihak kepolisian. Menurutnya, blacklist saja tidak cukup untuk membuat kontraktor nakal jera. Pasalnya, mereka bisa memakai bendera atau nama lain padahal oknumnya sama. “Nanti seluruh pekerjaan atas nama kontraktor yang mengerjakan proyek ini tolong di evaluasi,” tegasnya.
Sementara itu, tidak semua pengerjaan proyek di Surabaya bermasalah. Misalnya, proyek saluran box culvert di Jl. Sidotopo Wetan. Dengan nilai kontrak mencapai Rp 37 miliar, proyek yang digarap PT. Putra Negara itu menunjukkan kinerja yang memuaskan. Hal itu bisa dilihat dari progres penyelesaian yang lebih cepat dari perencanaan.
Saat ini, status pekerjaan telah selesai 33,15 persen dari rencana semula 18,29 persen. Lebih detail, PT. Putra Negara telah menyelesaikan 380 meter box culvert dan 450 U-gutter dari panjang keseluruhan 915 meter. Dengan melihat progres tersebut, tidak menutup kemungkinan proyek multiyears yang mulanya ditenggat kelar 2014 itu bakal selesai akhir tahun ini.
Wali kota berharap proyek-proyek pematusan di Surabaya bisa segera kelar sebelum musim penghujan yang puncaknya bakal terjadi sekitar November-Desember. “Ini sebenarnya direncanakan selesai tahun depan. Tapi kalau melihat pengerjaannya sangat bagus seperti ini saya berharap bisa selesai akhir tahun ini. Itu untuk antisipasi puncak musim hujan. Terutama untuk pekerjaan salurannya,” ujar Risma.