Walikota Senang Taman Nginden Intan di Revitalisasi

Surabaya,(DOC) – Keberadaan taman-taman kota yang asri dan dibangun dengan desain indah telah menjadi trade mark bagi Kota Surabaya. Taman-taman yang tersebar di berbagai kawasan, membuat Surabaya dikagumi, tidak hanya di level nasional tetapi juga internasional. Tamu-tamu dari luar propinsi dan juga negara lain yang berkunjung ke Kota Pahlawan, selalu memuji betapa cantiknya taman-taman di Surabaya.
Nah, bulan ini, jumlah taman kota di Surabaya kembali bertambah. Taman Nginden Intan di Kecamatan Sukolilo, kini menjadi lebih cantik setelah direvitalisasi. Adalah PT Bank Danamon Indonesia Tbk yang peduli dengan memberikan Corporate Social Responsibility (CSR) nya untuk revitalisasi taman. Selanjutnya, secara simbolis persediaan dan perlengkapan taman kota ke Pemkot Surabaya, Sabtu (12/10).
Hadir di acara serah terima tersebut, Walikota Surabaya, Ir Tri Rismaharini MT, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya, Chalid Buchari, pejabat SKPD dan Muspika. Serta, Regional Corporate Officer PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Eddie Harijanto Bintoro.
Walikota Risma dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada PT Bank Danamon atas kepeduliannya untuk memberikan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa penyediaan dan perlengkapan taman kepada Pemkot Surabaya.
“Atas nama Pemkot Surabaya dan masyarakat Surabaya, saya mengucapkan terima kasih atas kepedulian PT Bank Danamon,” tegas Risma.
Dikatakan Risma, saking senangnya, dirinya tidak mengoreksi secara detail desain taman Nginden Intan tersebut. Padahal, biasanya, desain taman yang diajukan oleh DKP Kota Surabaya, beberapa kali mendapat koreksi.
“Ini ndak saya koreksi. Saya langsung setuju karena bagi saya, kepedulian itu yang terpenting. Setelah ini saya bisa mempercantik taman ini, tetapi kepedulian itu yang terpenting,” jelas walikota.
Karenanya, Walikota Risma berharap, ke depannya akan semakin banyak lagi perusahaan yang memberikan CSR nya untuk kepentingan masyarakat. “Karena semakin banyak yang peduli, Surabaya akan semakin hijau, sejuk serta aman dan nyaman untuk ditinggali,” sambung walikota perempuan pertama di pemerintah Kota Surabaya ini.
Sementara Kepala DKP Kota Surabaya, Chalid Buchari menambahkan, setelah diserah terimakan ke Pemkot Surabaya, pihaknya bersama SKPD terkait, akan melakukan perawatan taman tersebut.
“Pengawasan itu sebenarnya selama ini sudah jalan. Kita jaga keindahan taman supaya tidak dialihfungsikan oleh PKL (Pedagang Kaki Lima) dan orang-orang tidak bertanggung jawab,” jelas Chalid.
Bagi Chalid, taman tidak hanya berfungsi sebagai ruang terbuka hijau dan resapan air, tetapi juga tempat perekat masyarakat. “Karena segala lapisan berkumpul dan bertemu di taman,” sambung dia.
Camat Sukolilo, Kanti Budiarti mengatakan, Taman Nginden Intan ini merupakan taman pertama di wilayah Sukolilo. Dalam waktu dekat, taman di Sukolilo bakal bertambah dengan adanya Taman Keputih yang kini masih diproses.
“Manfaatnya sudah bisa dirasakan warga. Pagi ini masyarakat sudah bisa senam dan berolahraga. Ke depannya, kami tentu berharap di Sukolilo ada lebih banyak fasilitas publik seperti ini, utamanya melalui CSR pihak ketiga,” jelas Kanti.
Eddie Harijanto Bintoro selaku Regional Corporate Officer PT Bank Danamon Indonesia menyebut dana CSR yang dikeluarkan untuk merevitalisasi Taman Nginden Intan mencapai hampir Rp 300 juta. Jumlah itu diantaranya dialokasikan untuk penyediaan perlengkapan seperti 10 unit lampu taman, 12 unit tong sampah, jonggi track, perlengkapan fitness outdoor serta alat bermain anak yang terdiri dari 2 unit seluncuran fiber, 2 unit jungkat-jungkit dan 2 unit ayunan.
“Kita yakin kegiatan ini akan berdampak besar dan bermakna. Mari bersama kita jadikan Surabaya sebagai kota yang nyaman dan sejuk,” ujar Eddie.
Menurut Eddie, pemberian SCR ini dalam rangka bulan kepedulian lingkungan. Sebelumnya, pihaknya juga aktif memberi kontribusi kepada masyarakat Surabaya. Diantaranya melalui penanaman pohon di kawasan Middle East Ring Road (MERR) pada 2011, lalu revitalisasi Taman Keputih pada 2012.(humas/r7)