Walikota Surabaya Marah Besar Akibat Taman Kota Rusak

Tidak ada komentar 153 views

Surabaya,(DOC) – Mengaku bahwa acara Walls Ice Cream membagi-bagikan produknya secara gratis kepada 10 ribu pengunjung di Taman Bungkul adalah illegal alias tak berijin, Tri Rismaharini Walikota Surabaya spontan marah besar karena dampaknya merusak sejumlah lokasi taman kota di sekitarnya. Kini even organizer (EO) acara Walls harus menghadapi tuntutan pemkot Surabaya berupa denda dan kewajiban mengembalikan kondisi taman seperti semula. Minggu (11/5/2014) pukul 09.30 WIB.
Kurang lebih dari 35 jenis tanaman dan dalam jumlah yang besar milik Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) kota Surabaya yang telah di pelihara selama bertahun-tahun hancur berantakan diinjak-injak pengunjung Taman Bungkul yang sedang antri dan berebut ice cream Walls yang dibagikan secara gratis kepada 10 ribu pengunjung di acara car free day.

Menurut keterangan sejumlah pengunjung, ternyata 10 ribu ice cream yang disediakan Walls di acara car free day tidak cukup, karena pengunjung yang hadir membludak hingga mencapai puluhan ribu orang. Dampaknya, warga yang ingin segera mendapatkan pembagian ice cream gratis tidak melintasi jalan yang semestinya, tetapi memilih jalan pintas dengan menerjang tanaman lokasi taman kota. Hasil pantauan media ini, ada tiga lokasi taman kota yang kondisinya hancur dan harus di lakukan penanaman ulang yakni di Jl Darmo, Taman Bungkul dan Jl Serayu.

Mendengar laporan kejadian ini, Tri Rismaharini Walikota Surabaya spontan mencak-mencak dan langsung menuju ke lokasi. Alhasil, seluruh pimpinan SKPD dikumpulkan untuk dimintai keterangan soal perijinan acara bagi-bagi ice cream gratis dari Walls yang konon juga mencatut nama Walikota Surabaya sehingga terkesan terlibat dalam acara tersebut.

“saya tidak ada undangan dan memang saya tidak merasa di undang di acara ini, setelah saya tanyakan ke beberapa staf yang terkait, ternyata acara ini tidak berijin, untuk itu saya sekarang sedang berkoordinasi dengan bagian hukum, langkah apa yang akan ditempuh, yang pasti penyelenggara acara ini akan saya tuntut perdata maupun pidana,” ucapnya marah.
Sementara menurut Aswan Kabid Pertamanan DKP Surabaya, penyelenggara acara bagi-bagi ice cream gratis produk Walls akan dituntut denda dan diwajibkan mengembalikan kondisi taman sebagaimana sebelumnya dalam waktu selambat-lambat satu bulan.

“kondisi taman rusak parah dan tidak bisa di perbaiki, satu-satunya jalan harus dilakukan penanaman ulang, sekarang kami sedang berhadapan dengan pihak penyelenggara, dan kami akan mengenakan sangsi denda dan mewajibkan penyelenggara untuk mengembalikan kondisi taman seperti semula paling lama satu bulan,” jelasnya. (r7)