Walikota Surabaya Pilih “No Comment”

Tidak ada komentar 140 views

Surabaya,(DOC) – 3 hari pasca di tahannya 3 pejabat penting dilingkungan pemkot Surabaya , yaitu Sekertaris Kota Surabaya – Sukamto Hadi , Assisten 2 – Muchlas Udin dan Mantan Kabag Keungan – Purwito, yang menyerahkan diri karena terdakwa kasus Gratifikasi Jasa Pungut, nampaknya tidak menarik empaty Walikota Surabaya Tri Rismaharini.
Hingga hari ini, Walikota Surabaya Tri Rismaharini tidak berkomentar soal kasus yang menimpa 3 staffnya tersebut, malah menghindar dari pertanyaan pertanyaan wartawan.
Hal ini berbeda dengan sikap Bambang DH Wakil Walikota Surabaya, yang kemarin dengan spontan menyampaikan rasa keprihatinannya atas ditahannya 3 staffnya tersebut. Bahkan Bambang DH juga bersedia, menjalani pemeriksaan dilembaga hukum, jika kasus ini di lanjutkan.
Selain Walikota Surabaya, Kepala Bagian Kepegawaian Pemkot Surabaya – Yayuk Eko Agustin juga memilih bungkam ketika ditanya para jurnalis, siapa pengganti Sekkota , dan Assisten 2 Kota Surabaya.
Kabar yang berkembang, diungkapnya kembali kasus gratifikasi japung, yang dulu pernah divonis tidak bersalah ini, ditengarai sangat kental dengan unsur politis, untuk menggulingkan posisi sekkota sekaligus menjebloskan Wawali Bambang DH masuk ke Rutan Porong. Karena jika diruntut, kasus Gratifikasi Japung akan bermuara pada Bambang DH selaku penentu kebijakan, saat Bambang DH menjabat sebagai Walikota Surabaya, pada periode 2005 – 2010 lalu.
“Kenapa semua pejabat pada tidak mau komentar soal kasus gratifikasi japung ya,” ungkap salahsatu jurnalis Online yang kebingungan, saat menunggu walikota Surabaya, didepan pintu ruang kerja walikota, Rabu(06/03/2013) pagi.(SP/R7)