Walikota Tak Mau Komentari Lagi Penutupan Dolly

Tidak ada komentar 148 views

Surabaya,(DOC) – Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini bungkam ketika dimintai tanggapan terkait penolakan pekerja seks komersial (PSK), mucikari dan warga di lokalisasi Dolly, Senin (19/5/2014) lalu. Orang nomor satu di Surabaya itu hanya menegaskan, pihaknya tidak mengambil pusing atas penolakan tersebut.

Risma, panggilan Tri Rismaharini usai menjadi komandan upacara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di depan Balai Kota Surabaya, Selasa (20/5/2014) pukul 09.00WIB awalnya bicara panjang lebar mengenai makna Harkitnas bagi bangsa, khususnya anak-anak. Risma menjelaskan bahwa, anak-anak merupakan generasi penerus bangsa. Pihaknya tahun ini akan fokus pada pemberantasan narkoba, terutama dengan korban anak-anak sekolah. “Saya dapat laporan kalau ada anak SMP yang sudah kecanduan. Ini harus dihindari, karena merekalah penerus bangsa ini. Saya harap tahun ini menjadi tahun semangat kaum muda,” ujarnya Risma dengan wajah berseri-seri.

Namun, raut muka Risma mendadak berubah ketika ditanya mengenai penolakan penutupan lokalisasi Dolly. Seketika Risma langsung memalingkan wajah dari hadapan awak media yang sebelumnya telah mewawancarainya. Dengan langkah cepat, mantan kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) meninggalkan awak media sembari berkata “Tidak apa-apa, tidak apa”. Risma lantas menyapa beberapa pejabat dilingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Kemudian masuk ke dalam lift menuju lantai dua Balai Kota Surabaya. Tak lama kemudian dia menghilang masuk ke ruang kerjanya. (lh/r7)