Walikota Tak Temui Demo Para Wartawan Surabaya

Tidak ada komentar 134 views

Surabaya,(DOC) – Tak hanya isapan jempol, aksi unjuk rasa wartawan se-Surabaya terhadap sikap arogansi Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang dinilai telah melecehkan profesi jurnalis akhirnya digelar, dihalaman Balaikota Surabaya, Jumat (19/10/2013).
Ratusan wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik ini, meminta Walikota Tri Rismaharini mengajukan permohonan maaf kepada para jurnalis atas sikapnya yang menghardik salah satu wartawan harian di gedung DPRD Rabu(16/10/2013) lalu.
Zaenul Abidin, salah satu jurnalis dari harian Surabaya Pagi, dalam orasinya mengatakan, bahwa sikap walikota yang menghardik wartawan di tempat umum atas pemberitaan yang dimuat tersebut adalah tindakan pelecehan, pasalnya menurut Abidin, ada tahapan yang bisa dilakukan ketika ingin merespon pemberitaan suatu media.
“Kami kecewa, seharusnya sebagai kepala daerah Ibu Risma memberikan contoh yang benar kepada masyarakat. Jika keberatan dengan suatu berita harusnya Bu Risma melalui tahapan yang sudah ada sesuai dengan kode etik jurnalistik,” protesnya.
Namun sayang, aksi para wartawan tersebut tidak ditemui secara langsung oleh Risma. Dengan alasan tugas, para wartawan ini, hanya ditemui oleh Sekretaris Daerah, Hendro Gunawan.
Kepada wartawan, Hendro mengatakan, bahwa dirinya mewakili instansi Pemerintah Kota Surabaya meminta maaf atas peristiwa tersebut dan akan tetap menjalin kerjasama sebagai mitra dengan media.
“Kita ingin membina hubungan yang baik dengan media. Prinsipnya, marilah kita bekerjasama dengan baik,” beber Hendro.
Para wartawan tidak puas dengan jawaban yang dilontarkan oleh Hendro, dan meminta Risma berbicara langsung kepada wartawan, meskipun hanya melalui telfon. Namun Hendro tidak mengabulkan permintaan wartawan tersebut dengan beralasan tidak memiliki pulsa.
Akhirnya wartawan memilih meninggalkan Balaikota dan tetap menuntut Risma memberikan permintaan maafnya secara terbuka.
“Kami tetap akan menuntut Risma meminta maaf atas sikapnya kepada salah satu teman kami. Dan kami akan membuat aksi lanjutan, jika Walikota tidak memenuhi tuntutan kami,” terikan salah satu orator sembari meninggalkan halaman Balai Kota.(f1/r4/r7)