Wall Street Aktif kembali

Tidak ada komentar 151 views

Washington (DOC) kurang lebih 40 orang tewas dan jutaan orang tidak mendapat pasokan listrik dan alat transportasi di seluruh penjuru timur laut AS akibat terjangan badai Sandy yang kini melaju menuju Kanada.

New York City misalnya ada 18 korban tewas. Dan sementara alat transport utama di kota new york masih ditutup tanpa ada
NEW YORK, (DOC) – Badai Sandy yang menghantam kawasan timur Amerika Serikat(AS), membawa kerugian yang cukup besar mencapai USD 15 milliar .
Beberapa daerah mengalami lumpuh oleh banjir dan membuat listrik padam. Begitu pula dengan konsumsi bahan bakar yang lebih rendah dibanding hari normal.

Badai Sandy yang telah menewaskan sedikitnya 64 orang, memicu sejumlah investor mengalihkan dananya ke aset lindung nilai. Perdagangan di Wall Street yang tidak pernah libur sejak tahun 1888 lalu, sempat tutup dua hari akibat cuaca yang tidak mendukung.
“Anda melihat investor mengalihkan dananya ke aset lindung nilai, dan mungkin ada spekulasi karena banyak kerusakan dari Sandy,” kata kepala strategi pasar dan pendiri itrader.com LLC, Richard Ilczyszyn, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (1/11/2012).

The New York Stock Exchange (NYSE) hari ini dibuka kembali, meskipun tidak semuanya normal seperti sinyal ponsel yang masih sulit didapat di NYSE. Hal ini membuat perdagangan masih berjalan lambat, karena para pelaku usaha merasa kesulitan untuk membuat panggilan, e-mail atau sms.

Hampir sebagian besar saham international mengalami kemerosotan pada penutupan valas hari ini. seperti The Dow Jones industrial average (DJI) ditutup turun 10,67 poin atau 0,08 persen ke 13.096,54, Indeks The Standard & Poor 500 (SPX) naik 0,22 poin atau 0,02 persen ke 1.412,16, Nasdaq Composite Index (IXIC) turun 0,36 persen atau 10,72 poin pada 2,977.23. Untuk bulan ini, Dow telah anjlok 2,5 persen, S&P 500 turun 2 persen dan Nasdaq turun 4,5 persen.

Sementara di Eropa, saham merosot akibat laporan pendapatan perusahaan yang dirilis tak sesuai harapan, ditekan oleh harga minyak mentah Inggris, dan perusahaan gas, BG Group (BG.L), yang menyatakan pertumbuhan produksi tahun depan stagnan.
Saham yang turun diantaranya The FTSEurofirst 300 (FTEU3) ditutup turun 0,6 persen menjadi 1.096,38, BG merosot 13,7 persen menjadi 1.147,5. Pence, pecundang terbesar di indeks blue-chip Inggris FTSE 100 (FTSE). (r-7)