Wanita Cantik Ini Miliki Jurus Kembangkan Minat Baca Masyarakat

Foto : Chindy Vionariska

Lumajang,(DOC) – Rendahnya minat baca masyarakat Lumajang Jawa Timur,  menjadi tantangan bagi Chindy Vionariska seorang pegawai Perpustakaan daerah (Perpusda) Pemkab Lumajang.

Pustakawan cantik ini, mempunyai semangat tinggi untuk mengembangkan minat baca masyarakat.

Cita-cita besar Chindy, yakni ingin menjadikan perpustakaan sebagai pusat edukasi dan sumber solusi berbagai problem kehidupan.

“Sudah 5 tahun saya bekerja di Perpusda Lumajang dan saya lihat minat baca masyarakatnya kurang. Bahkan pegawai SKPD – nya pun juga jarang membaca. Hal ini menjadi tantangan bagi saya,” ungkap lulusan Diploma III Teknisi Perpustakaan Universitas Airlangga(Unair) Surabaya, Rabu(31/1/2018).

Menjadi seorang pustakawan merupakan impiannya sejak Chindy lulus dari bangku SMU. Setelah lulus kuliah ditahun 2006 lalu, perempuan kelahiran Lumajang ini mengabdi menjadi pustakawanan PBA Sampoerna selama setahun dan kemudian berpindah kerja di SD Kreatif Muhammadiyah Surabaya hingga tahun 2009 lalu.

“Saya bekerja di Perpusda sejak tahun 2010, setelah saya mengikuti test CPNS. Menjadi pustakawan sangat menyenangkan, karena dekat dengan Ilmu Pengetahuan,” katanya.

Tehnik yang dilakukan Chindy untuk menggugah minat baca masyarkat, yaitu dengan menciptakan komunitas – komunitas hobby dilingkup masyarakat, seperti komunitas batik, fotografi dan berbagai macam hobby lainnya.

“Kalau sudah terbentuk berbagai macam komunitas, maka anggotanya mau tidak mau akan sering membaca untuk mendapatkan referensi kegiatannya atau menambah wawasan. Jika semua sudah suka baca, maka tidak menutup kemungkinan kafe – kafe dan tempat tongkrongan lainnya nanti akan dilengkapi perpustakaan juga,” kelakar wanita berhijab ini.

Dilingkup pegawai negeri, menurut Chindy, cara membangkitkan minat bacanya yaitu membuat perpustakaan kecil ditiap-tiap SKPD. Harapannya dengan banyaknya perpustakaan dilingkungan dinas, maka minat baca para pegawai dapat tumbuh.

“Nanti perpustakaan akan menjadi tempat yang paling nyaman untuk berdiskusi dan membahas masalah pekerjaan. Jika terwujud maka perpustakaan bisa menjadi rumah kedua,” pungkas Chindy.(mam/r7)