Wanita Harapan Di Gelontor Bantuan Rp1.4 Milyar

Tidak ada komentar 142 views

Surabaya,(DOC) – Peluang para wanita harapan (sebutan bagi mantan pekerja seks komersial) eks lokalisasi Klakah Rejo menjalani profesi halal terbuka lebar. Disamping mendapat pelatihan keterampilan kerja, mereka juga digelontor bantuan modal dengan total nilai Rp 1,4 miliar. Dengan demikian, tidak ada alasan untuk tidak memulai usaha baru.
Gelombang perhatian terhadap warga eks lokalisasi berdatangan dari setiap jenjang pemerintah. Mulai dari Kementerian Sosial (kemensos) RI, Pemprov Jawa Timur, hingga Pemkot Surabaya. Ketiganya kompak memberi kontribusi penanganan pasca penutupan lokalisasi. Kemensos dengan bantuan modal untuk 243 wanita harapan senilai Rp 1 miliar lebih. Serta pelaksanaan bimbingan sosial selama 7 hari.
Lain halnya dengan Pemprov Jatim. Instansi pemerintah yang dipimpin Gubernur Soekarwo itu memberikan bantuan sosial kepada keluarga rentan/mucikari masing-masing Rp 5 juta untuk 71 orang. Sedangkan Pemkot Surabaya lebih fokus pada pelatihan keterampilan kerja. Selain itu, pemkot juga berencana membangun sejumlah fasilitas umum meliputi sarana olahraga, tempat ibadah, sentra ekonomi, dan pengadaan unit mobil kesehatan.
“Membuka lapangan pekerjaan baru dengan memaksimalkan pelatihan keterampilan merupakan program pemkot dalam upaya mengentaskan warga lokalisasi dari profesi lamanya. Oleh karenanya, di setiap bekas kawasan prostitusi selalu dibangun pasar atau sentra perdagangan,” kata Asisten IV Sekkota Surabaya, Eko Haryanto saat menghadiri penyerahan bantuan di Gedung Pandansari, Jl Kandangan, Rabu (6/11).
Eko yang hadir mewakili Wali Kota Surabaya menyatakan, komitmen pemkot memberikan pendampingan pasca penutupan lokalisasi nyatanya membuahkan hasil. Dia mengambil contoh seperti yang terjadi di eks lokalisasi Dupak Bangunsari. Di kawasan yang dulunya terkenal sebagai pusat prostitusi itu kini mulai bermunculan UKM-UKM baru. Produknya pun beragam. Mulai dari makanan kemasan, pernak-pernik, keset, hingga aneka kue. Bahkan, cakupan bisnisnya sudah mampu menembus pasar internasional. Dengan kata lain, produk yang dihasilkan sudah diekspor ke negara lain. Kesuksesan tersebut seakan membuktikan bahwa janji pemkot membuka peluang usaha baru di bekas lokalisasi bukan sekadar pepesan kosong.
Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial Kemensos, Soni W. Manalu mengatakan, bantuan dana yang diberikan kemensos merupakan tindak lanjut dari penutupan lokalisasi Klakah Rejo pada 25 Agustus 2013. Dukungan tersebut diharapkan mampu memberikan stimulus bagi para wanita harapan untuk terjun ke profesi barunya.
Di sisi lain dia mengungkapkan bahwa sebagian besar anggaran kemensos untuk pengentasan lokalisasi tahun 2013 dialokasikan di Provinsi Jawa Timur. Dan Kota Surabaya mendapat porsi paling tinggi se-Jatim. Menurut dia, itu dikarenakan tingginya komitmen pemerintah daerah yang kemudian diapresiasi oleh kemensos.
“Kemensos tidak sembarangan mengalokasikan dana bantuannya. Adapun alasannya selain faktor perhatian kepala daerahnya, juga karena besarnya dukungan dari tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat,” terangnya.
Sementara staf khusus bidang pemberdayaan sosial, penanggulangan kemiskinan dan kemitraan masyarakat, kemensos RI, Agus Hoshartono menambahkan, bantuan usaha semacam ini diyakini mampu membuat kehidupan ekonomi masyarakat semakin produktif. Apalagi, wanita harapan tidak hanya diberi dana saja, melainkan juga dibekali dengan keterampilan. Sehingga kelak mereka mampu terjun dalam dunia usaha yang kompetitif.
“Kami berharap kesempatan ini tidak disia-siakan para wanita harapan. Semoga mereka mampu,”ujarnya.(humas/r7)