Warga Demo Dukung Penutupan Dolly

Tidak ada komentar 169 views

Surabaya, (DOC) – Dukungan penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak mengalir ke Balai Kota Surabaya. Ratusan orang yang datang dari beberapa elemen masyarakat, yang meliputi Ikatan masyarakat Madura (IKAMRA), Pemuda Pancasila, Laskar Merah Putih dan Gerakan Rakyat Surabaya melakukan aksi demonstrasi mendukung langkah Pemkot Surabaya menutup lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara itu.
Ketua IKAMRA, Ali Badri, Kamis (22/5/2014) mengatakan, dukungan moral diberikan karena pihaknya menilai lokalisasi merupakan sumber penyakit dan kriminalitas. Di sisi lain, dia tak ingin Surabaya yang lingkungannnya dikenal bersih, justru menjadi tempat maksiat. “Surabaya kota terindah di Indonesia, kita malu kalah bersih dari sampah, tapi tak bersih dari maksiat,” tegasnya.
Ali Badri mengaku, sangat ironi jumlah pesantren di Surabaya yang banyak, namun jumlah pelacur juga banyak. Untuk itu, pihaknya mengharapkan tempat pelacuran harus dibersihkan. “Bukan hanya Dolly, yang lain seperti spa yang plus-plus juga harus ditutup,” tuturnya.
Menanggapi aspirasi massa pendukung penutupan Dolly dan Jarak, Walikota Surabaya Tri Rismaharini usai menerima sejumlah delegasi dari beberapa negara Afrika dan Timur Tengah yang melakukan studi banding soal Good Governonce menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan. Walikota siap menerima amanah untuk melaksanakan penutupan dua lokalisasi itu. Namun Risma meminta para pendukung penutupan menjaga situasi kondusif untuk menghindari korban saat penutupan.
“Saya minta dibantu untuk menjaga kondusifitas kota, karena saya tidak ingin satu korban pun dalam penutupan,” katanya dihadapan para demonstran.
Risma menambahkan, dalam penutupan lokalisasi pihaknya menghindari gesekan antar warga. Ia percaya penutupan bisa dilakukan sesuai rencana. “Jika dilakukan dengan niat baik, yakinlah pasti ada jalan,” katanya.
Penutupan Lokalisasi Dolly dan Jarak rencananya dilakukan 19 Juni mendatang. Sebelum penutupan, pemerintah kota melakukan sosialisasi ke para PSK dan warga sekitar. Selain memberikan pesangon kepada para PSK yang nilainya Rp 5 Juta tiap orang, pemerintah kota juga melakukan pemberdayaan kepada warga sekitar lokalisasi. (k4/r4)