Warga Donokerto Keluhkan Proyek Saluran

Tidak ada komentar 187 views

Surabaya,(DOC) – Warga Donokerto Baru C RT-03/RW-011, Kelurahan Kapasan, Kecamatan Simokerto, melakukan komplain terhadap pengerjaan proyek perbaikan selokan sepanjang 100 meter yang dikerjakan oleh CV Jangkar yang diduga milik salah satu anggota partai politik Surabaya.
“Warga menuntut pihak kontraktor (CV Jangkar, red) untuk menuntaskan proyek ini. Karena pekerjaan belum selesai sudah ditinggal pergi, sehingga proyek pernaikan selokan ini mangkrak,” ujar Anwar Sutomo, warga Donokerto Baru C ketika ditemui di lokasi, Rabu(27/11/2013).

Menurut dia, proyek perbaikan selokan yang diduga dari dana jaring aspirasi (Jasmas) Kartika Pritiwi Damayanti anggota komisi B DPRD Surabaya itu, dimulai awal lebaran Juni 2013 lalu. Tapi, kenyataannya hingga kini belum selesai. Padahal proyek tersebut dideadline selesai 2 minggu jelang lebaran.
“Mereka janji 1 bulan selesai, tapi kenyataannya malah dibiarkan mangkrak dan ditinggal pergi. Kontraktornya tidak bertanggungjawab,” tegasnya.

Akibat ditinggal pergi oleh pihak kontraktor yang tak bertanggungjawab itu, banyak paving jalan kampung yang rusak. Parahnya lagi, kualitas bahan penutup cor sangat rendah. “Kalau diperbaiki, seharusnya kan lebih baik. Tapi ini malah amburadul, dan bikin warga gregetan. Bahkan, warga harus rela membersihkan sendiri puing-puing atau bekas galian yang masih berserakan di tengah jalan atau di depan rumah masing-masing,” tegasnya.

Atas kondisi ini, kabarnya warga sudah melaporkan pihak kontraktor ke Walikota Tri Rismaharini maupun Dinas PU Binamarga Surabaya.

Sementara Ketua RT-03, Budi Santoso menambahkan, untuk cor penutup selokan, pemasangannya asal-asalan, sehingga bergelombang atau naik turun. “Warga sih senang ada perbaikan selokan, tapi pengerjaannya jangan asal-asalan begini. Apalagi belum tuntas, oleh kontraktornya sudah ditinggal pergi. Akibatnya, malah warga yang dibikin repot sendiri,” ungkapnya.

Dikatakan, dirinya sudah beberapa kali SMS pihak kontraktor, meminta agar proyek tersebut segera dilanjutkan biar selesai. Namun SMS tersebut tak pernah dijawab oleh pihak CV Jangkar. “Kami dapat kabar kalau, pihak kontraktor malah mengerjakan proyek serupa di Tambak Adi dan Pecindilan,” terang Budi.(r12/r7)