Warga Jakarta Tagih Janji Jokowi

Tidak ada komentar 65 views

Jakarta, (DOC) — Masyarakat Jakarta saat ini berada pada dilema dalam permasalahan DKI Jakarta yang kian melilit. Persoalan banjir, macet, polusi, tata kota, kesehatan, pendidikan, dan transportasi massal, masih menyisakan tanya terhadap Janji kampanye Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Basuki TJahaja Purnama alias Ahok.
Sinyalemen Joko Widodo untuk maju sebagai Capres 2014 mendatang oleh desakan para relawan menuai kritik dari sekelompok masyarakat Jakarta.
Masyarakat Jakarta yang menamakan dirinya Gerakan Memorandum Janji Jokowi (Germojo) yang ada di Pondok Pinang Jakarta menuntut janji Kampanye Jokowi–Ahok untuk menyelesaikan permasalahan Jakarta. Germojo menuntut agar Jokowi menyelesaikan masa jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta sampai akhir masa jabatan.
“Saya mewakili masyarakat Jakarta menuntut Gubernur DKI Jakarta untuk menyelesaikan permasalahan Jakarta yang menjadi janji kampanye. Tercatat ada sekitar 19 janji kampanye Jokowi yang telah kami kantongi. Dan tugas kami adalah mengawal agar janji tersebut dilunasi,” jelas Sekjen Germojo, Kasmihe dalam keterangan yang diterima Aktual, Senin (3/3/2014).
Karena sampai saat ini, warga Ibukota masih menunggu janji-janji atas apa yang telah disampaikan sebelumnya. Janji kampanye Jokowi-Ahok melalui program andalan seperti Kartu Jakarta Sehat (KJS) masih banyak menyimpan masalah, baik itu dari pasien maupun dari rumah sakit. Meski telah dilakukan upaya-upaya pendekatan dengan berbagai dalih, pemenuhan janji kampanye Jokowi lambat laun akan diketahui kegagalannya.
“Ada 19 janji kampanye, dan yang paling utama saya catat ada delapan. Revitalisasi pemukiman padat dan kumuh, Mengatasi banjir, Merintis Angkutan Massal, Layanan Kesehatan Gratis, Bangun Mal PKL, Ruang Publik & Revitalisasi Pasar Tradisional, Birokrasi Bersih & Profesional, Gubernur & Wagub Tanpa Voorijder, dan Pendidikan Gratis. Mayoritas janji tersebut belum terlaksana, dan beberapa masih banyak terjadi kendala dan cenderung bisa disebut gagal,” lanjut Kasmihe yang mengaku sudah mengumpulkan 1000 relawan yang siap melakukan memorandum janji Jokowi.
Sekjen Germojo memberi contoh lagi tentang banjir yang menerjang Jakarta beberapa bulan belakangan. Menurutnya, banjir yang membuat warga Jakarta was-was untuk bekerja dan mengalami gangguan akibat jalan yang rusak terkena arus air, sehingga mengakibatkan macet, membuat warga Jakarta semakin tidak percaya atas kemampuan Jokowi.
“Kami melihat contoh banjir belakangan, memberi bukti bahwa Janji Jokowi belum terealisasi. Sedangkan tuntutan relawannya untuk mencapreskan Jokowi, menurut saya perlu dikoreksi. Germojo melakukan aksi untuk mengingatkan Gubernur Jokowi untuk membenahi masalah Jakarta dan kami menolak pencapresan Jokowi, dan kami menuntut agar Jokowi menyelesaikan jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta,” pungkas Kasmihe. (ak/r4)