Warga Kulon Progo Kembali Bentrok dengan Aparat

Yogyakarta (DOC) – Warga Kulon Progo, Yogyakarta kembali terlibat bentrokan dengan aparat, Rabu (11//4/2018). Bentrokan dipicu pemasangan pagar proyek Bandara Kulon Progo (New Yogyakarta International Airport).

Pemasangan pagar keliling sebagai pembatas lahan bandara sesuai Izin Penetapan Lokasi (IPL) dilakukan di Dukuh Sidorejo, Desa Glagah, Kecamatan Temon hari ini. Aksi saling dorong dan reaksi penolakan dipicu pemasangan pagar di lahan milik salah satu warga penolak bandara yang tergabung dalam Paguyuban Warga Penolak Penggusuran Kulon Progo (PWPP.KP).

“Ini lahan kami, kok dipagari, maksudnya apa,” teriak seorang ibu-ibu.

Warga PWPP.KP sejauh ini memang masih bertahan di rumahnya masing-masing. Ada sekitar 37 kepala keluarga. Meski pengadilan telah menetapkan konsinyasi dan mencabut hak kepemilikan tanah dan aset mereka karena masuk kawasan IPL, namun warga PWPP.KP tetap tidak mau angkat kaki. Beruntung aksi saling dorong tidak merembet adu pukul.

Kabag Ops Polres Kulon Progo, Kompol Sudarman mengatakan, pihaknya diminta oleh PT Angkasa Pura Property untuk mengamankan proses pemasangan pagar. Pihaknya pun bukan berniat mendorong dan melukai warga.

“Kita hanya dorong warga agar tidak terkena pagar atau besi pagar. Kita imbau warga agar tidak merusak pagar yang sudah terpasang. Karena jika merusak sudah menjadi perbuatan kriminal,” sebutnya.

Sementara itu, Project Manager PT Angkasa Pura Property Arief Budiman mengatakan pagar keliling bandara akan dipasang sepanjang 16 kilometer.

Pemasangan pagar dilakukan bertahap dan dilanjutkan hari ini. Di Desa Sidorejo, dipasang pagar sepanjang 300 meter.

“Tinggal 300-an meter ini, kita targetkan pekan ini selesai dan seluruh kawasan bandara sudah dikelilingi pagar,” jelasnya.(dtc/ziz)

Tag: