Warga Lawan Arogansi Pengembang

Tidak ada komentar 276 views

Surabaya(DOC) – Keinginan pengembang PT Wisma Karya Bhakti (WKB) yang mengklaim fasilitas umum berupa taman milik warga RW VIII Kelurahan Dukuh Sutorejo, Kecamatan Mulyorejo mendapat perlawanan warga. Warga membawa kasus tersebut ke DPRD Surabaya.
“Selaku warga RW VIII saya menolak jika pengkaplingan dan pembangunan rumah tinggal yang dilakukan di taman milik warga,” ujar Tamrin, warga Dukuh Sutorejo.
Tamrin mengungkapkan, Pada awal pembangunannya, PT WKB menjanjikan banyak fasilitas kepada warga. Mulai dari sarana jalan yang diaspal, jalaur hijau dan taman, penerangan jalan, penyediaan air PAM hingga kolam renang dan lapangan tenis bagi warga. Dalam perjalanannya, janji itu kosong. Warga lalu membangun dengan swadaya sendiri untuk mempercantik perumahannya.
PT WKB yang membangun perumahan Sutorejo Indah itu pun menghilang. Setelah sekian tahun, PT WKB kembali dengan mengklaim fasilitas umum itu miliknya dengan bukti HGB dan IMB. Warga menilai, perbuatan pengembang itu melanggar UU 1/2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Warga sudah berupaya mediasi, tapi PT WKB tetap bersikeras ingin memiliki fasilitas umum tersebut. Dengan lapor ke dewan, warga berharap ada penyelesaian kasusnya. Sebab warga menuntut, pencabutan IMB, penolakan HGB, pengembalian lahan itu ke fasilitas umum dan meminta pemkot segera meminta fasilitas umum tersebut.
Menyikapi keluhan warga, Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Mochammad Machmud menyatakan jika masalah tersebut sebenarnya menjadi tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Komisi C. Namun karena Komisi C kemarin lagi melakukan kunjungan kerja, akhirnya aspirasi warga itu ditampung komisinya.
Machmud menegaskan, keinginan pengembang yang ingin mengambil alih fasum tidak dapat dibenarkan. Sebab berkaca pada pasal 144 dalam UU 1/2011 secara jelas disebutkan “Badan hukum yang menyelenggarakan pembangunan perumahan dan kawasan permukiman, dilarang mengalihfungsikan prasarana, sarana dan utilitas umum di luar fungsinya”. (RB-6)