Warga Maluku Tak Ingin Risma Mundur

Tidak ada komentar 129 views

Surabaya, (DOC) – Gelombang dukungan agar Walikota Surabaya Tri Rismaharini tidak mundur terus berdatangan. Setelah kalangan akademisi dan pengusaha yang memberi support pada Senin lalu (17/2), kini giliran masyarakat Maluku yang tergabung dalam Komite Perekat Persaudaraan Maluku (KPPM). Sebanyak 7 orang perwakilan KPPM diterima walikota di balai kota, Selasa (18/2/2014).
Dalam pertemuan singkat yang hanya berlangsung lebih kurang 15 menit tersebut, KPPM menyatakan dukungannya agar walikota tetap bertahan. Komitmen KPPM juga dituangkan dalam bentuk pernyataan sikap tertulis yang diserahkan langsung kepada walikota.
“Kami sebagai warga Maluku di Surabaya tergerak hatinya untuk menyampaikan dukungan kepada Ibu Walikota. Karena, walikota sudah melakukan kinerja yang nyata bagi kota ini. Surabaya tidak banjir, kotanya bersih dan nyaman. Itu sangat berarti bagi kami warga Maluku yang tinggal di sini,” kata Frans Huwae, Ketua KPPM Surabaya.
Dia menegaskan, KPPM yang beranggotakan tiga ribu orang di Surabaya dan lima ribu orang di Jawa Timur tidak akan membiarkan walikota mundur dari jabatannya. Kalau pun ada tekanan yang dialami walikota, KPPM siap menghadapi bersama beberapa organisasi kemasyarakatan lain yang juga mendukung walikota.
“Ibu Risma sudah didaulat menjadi sesepuh warga Maluku di Surabaya pada peringatan Hari Pattimura tahun 2013. Jadi sudah menjadi kewajiban kami untuk membela beliau,” tegas Frans.
Sementara, walikota ketika ditanya lebih lanjut masih enggan berkomentar lebih jauh terkait pemicu dirinya hendak mundur. Demi menghindari polemik, dia memilih menutup rapat hal tersebut sembari menunggu momentum yang tepat. “Maaf, sekarang saya belum bisa ngomong,” katanya.
Yang jelas, Risma tidak menampik bahwa tekanan yang dihadapi berimbas pada keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Kendati demikian, dia menyatakan mencoba Istikharah memohon petunjuk dari Tuhan. Tak lupa walikota terbaik dunia edisi Februari 2014 versi Citymayor.com itu mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberi dukungan. “Saya ini biasa jadi PNS, mungkin ngga cocok kerja di jabatan politik seperti walikota ini,” ujarnya. (r4)