Warga Pendatang Malas Urus Kipem

Tidak ada komentar 689 views

Surabaya, (DOC) – Kesadaran warga pendatang untuk mengurus Kartu Identitas Penduduk Musiman (Kipem) ternyata masih masih rendah. Berdasarkan data yang ada di dinas kependudukan dan catata sipil (Dispenduk Capil), Sampai saat ini, dari 12.000 target pemilik Kipem, ternyata baru tercapai sekitar 3.420.
“Target kami, hingga akhir Agustus ada sekitar empat ribu warga pendatang yang mengurus Kipem,” kata Kepala Dispenduk Capil, Suharto Wardoyo.
Menurut Suharto Wardoyo, guna menjaring warga pendatang untuk memiliki kartu identitas penduduk musiman pihaknya telah melakukan berbagai cara. Diantaranya, dengan mendatangi sejumlah kost yang ada di Surabaya. Namun langkah tersebut, juga terbukti kurang maksimal.
“Makanya, saat ini kita telah menyiapkan strategi baru,” tandasnya.
Selain mendatangi wilayah kost yang ada di sekitar pabrik, menurutnya Dispenduk Capil juga telah berkoordinasi dengan Dinas tenaga kerja (Disnaker) kota Surabaya. Dari kerjasama itu, diharapkan pihaknya menargetkan memperoleh data yang valid soal jumlah karyawan luar daerah yang ada di Surabaya.
Oleh karena itu, lanjutnya, pihaknya juga telah menggandeng pihak kecamatan serta Sapol PP setempat dalam mendata warga serta karyawan pendatang yang ada di wilayah itu. “Saya optimis, dengan cara seperti itu nanti akan banyak warga pendatang yang mengurus Kipem,” ujar Anang, panggilan Suharto Wardoyo, optimis.
Anang menyebutkan, proses pengurusan Kipem sebenarnya cukup mudah. Dimana pemohon cukup mengajukan surat keterangan pindah sementara dari daerah asal, Kartu tanda penduduk (KTP), surat pernyataan jaminan tempat tinggal yang diketahui RT dan RW, surat keterangan jaminan pekerjaan atau studi, dan membayar retribusi Rp10.000.
“Hal ini tidaklah berat jika didasari ingin disiplin dalam administrasi kependudukan. Bahkan sekarang juga dibuka pengurusan lewat jalur online,” ungkap Anang.
Sementara saat ditanya bagaimana dengan waga yang telah memiliki Kipem, menurutnya, warga tersebut tinggal melakukan perpanjangan setiap tahunnya. Apalagi, persyaratan memperpanjang juga cukup mudah.
“Bagi warga yang ingin memperpanjang Kipem, syaratnya cukup mudah. Karena tidak perlu disertai dengan surat pernyataan pindah sementara,” tukas pria yang pernah menjabat sebagai kepala bagian hukum pemkot Surabaya ini.
Terpisah, anggota Komisi D (pendidikan dan kesra) mendukung rencana Dispenduk Capil yang berencana berkerjasama dengan Disnaker, dalam mendata warga yang belum memiliki Kipem.
“Langkah tersebut cukup tepat. Sebab hal itu akan mempermudah pengawasan dan pengendalian jika seluruh warga pendatang telah memegang kartu penduduk musiman,” tegas legislator asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini. (k1/r4)