Warga Rel Anggap Walikota Surabaya Tak Konsisten

Surabaya, (DOC) – Warga yang bermukim di stren rel, kembali merapatkan barisan. Ini karena warga menilai, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tak konsisten dengan ucapannya.Disampaikan Sugeng, salah satu warga Ngagel stren rel, dulu wali kota berjanji akan melegalkan tanah untuk warga stren rel. Ini setelah ada aksi warga yang menolak penggusuran semua bangunan di stren atau samping rel yang mencapai 10.000 rumah. Alasannya, rumah-rumah itu berdiri di lahan stren rel dan diduga tak bersertifikat.
Saat itu, pada 2 Maret 2013, warga diundang wali kota yang intinya menyampaikan jika lahan yang ditempati warga di stren rel akan dilegalkan. Pertimbangannya, lahan di stren rel itu sudah dihuni warga selama 60 tahun lebih.
Nyatanya, berselang 5 bulan dari janji wali kota, tepatnya pada 24 September 2013, wali kota memanggil para lurahnya dan memberikan penegasan jika tanah yang dilegalkan adalah tanah yang harus memiliki Petok D. “Hal ini sudah terlihat bahwa wali kota sangat aneh. Pasalnya, tanah Petok D itu tentu merupakan tanah yang legal. Padalah warga stren rel sama sekali tak memiliki surat itu. Yang dimiliki warga hanya bukti PBB dan Kartu Keluarga. Warga sudah mengirim surat ke wali kota untuk permohonan bertemu, tapi wali kota terkesan tak mau bertemu warga dan malah mengundang para lurahnya. Warga tahu informasi ini juga dari para lurah itu,” tandas Sugeng.
Dengan kondisi itu, warga menilai jika wali kota memang berusaha ingkar janji. Warga kini mulai merapatkan barisan. Selasa (24/9/2013) malam, para sesepuh warga stren rel berkumpul dan membahas ‘ingkar janjinya’ wali kota. Warga tetap berharap agar wali kota memenuhi janjinya. Sementara di sisi lain, wali kota justru akan melepaskan tanah dengan surat ijo. Warga stren rel pun menuntut keadilan dan hak yang sama.
“Kita dapat informasi dari sumber di BPN Wilayah Barat, jika wali kota itu sebenarnya memiliki hak untuk melepas tanah kepada warganya. Kami minta tolong agar wali kota tetap peduli pada nasib puluhan ribu warganya,” tegas Sugeng. (co/r4)