Warga Sidoarjo Spesialis Pembobol Rumah Kosong Dibekuk di Banyuwangi

Komplotan Spesialis Pembobol Rumah Kosong

Banyuwangi (DOC) – Empat warga Kabupaten Sidoarjo yang diduga tergabung dalam komplotan penggasak spesialis rumah kosong tertimpa apes di Banyuwangi. Aksi pencurian yang mereka lakukan gagal dan berakhir di balik jeruji besi. Satu dari empat pelaku ternyata seorang perempuan.

Aparat Polsek Wongsorejo menangkap upaya pelarian kwartet pelaku kejahatan asal luar daerah ini tepat di depan mapolsek. Saat itu, kawanan yang digawangi Zaenal Abidin (33), asal Desa Klurak, Kecamatan Candi; Saiful Arif (39), Ahmad Fadeli (26) dan Sumarni (41), tiga warga Desa Sepanjang, Kecamatan Taman Baru, Kabupaten Sidoarjo berusaha meloloskan diri dari kejaran petugas usai beraksi di Toko Sinta yang berlokasi di Jalan Raya Situbondo Desa/Kecamatan Wongsorejo.

Menurut Kapolres Banyuwangi AKBP Agus Yulianto SIK, semula para pelaku yang mengendarai mobil Toyota Agya L 1775 ML kabur sambil membawa barang hasil kejahatannya menuju arah Kota Banyuwangi. Nah, di tengah perjalanan arah mobil tersebut berbalik arah menuju Situbondo usai mengganti plat nomer.

“Anggota hampir saja terkecoh karena plat nomernya tidak sama. Namun ada warga yang mengenali sehingga para pelaku dipaksa keluar dari dalam mobil,” terang Kapolres saat menggelar jumpa pers di Mapolres Banyuwangi pukul 13.30 WIB, Senin (14/8/2017).

Keyakinan aparat kian kuat setelah menemukan sejumlah barang bukti di dalam mobil yang dikendarai para pelaku. Ada 3 unit laptop, 4 HP berbagai merek, 1 laptop, perhiasan emas dan perak, 5 jam tangan, 1 kotak cincin akik, plus uang tunai Rp 910 ribu. Petugas juga mendapati 2 linggis, 2 kunci pas serta 3 anak kunci yang diduga dipergunakan sebagai alat bukti untuk melakukan kejahatan.

“Modusnya mereka melihat dan mensurvei rumah yang ditinggal pemiliknya dengan tanda pagar dikunci dari luar. Warung yang libur dengan ciri lampu mati. Mereka memastikan tidak ada orang di situ sehingga leluasa beraksi,” terangnya.

Ternyata empat pelaku telah beraksi di tiga lokasi berbeda. Selain di Wongsorejo, di hari yang sama empat pelaku terlebih dulu menggasak kediaman seorang dokter di Dusun Lidah, Desa/Kecamatan Gambiran. Kejahatan itu terus berlanjut di wilayah Kecamatan Kabat dengan membobol konter HP yang sedang tutup.

Modus yang dilakukan para pelaku terkuak ketika Hariyanto (49), sedang membuka toko. Dia dikejutkan dengan keberadaan dua orang lelaki yang berada di bagian dalam toko sedang mengambil barang dagangan serta uang. Saat terpergok dua pelaku menodongkan linggis yang dipergunakan untuk merusak kunci toko kepada korban. Karena takut Hariyanto keluar diikuti pelaku yang kemudian masuk ke dalam mobil dan kabur.

“Di dalam mobil itu ada dua orang yang bertugas sebagai sopir dan pengawas. Pengawasnya bernama Sumarni. Pasca kejadian korban langsung mengadu ke polisi, lalu dilakukan upaya pengejaran dan berhasil dihentikan di depan mapolsek,” tambah AKBP Agus Yulianto didampingi Kasatreskrim AKP Sodik Effendi, Kasubaghumas AKP Bakin dan Kapolsek Wongsorejo Iptu Kusmin.

Ditegaskan Kapolres, ada indikasi para pelaku terlibat kejahatan serupa di wilayah lain. Dugaan ini menguat karena asal empat tersangka jauh dari Banyuwangi. Bahkan keempatnya sempat menginap di sebuah hotel di daerah Jajag, Kecamatan Gambiran.

“Kita sedang koordinasi dengan jajaran polres lain untuk mengembangkan kasus ini. Nilai kerugiannya lebih dari 20 juta. Karena korban asal Gambiran mengaku rugi Rp 15 juta,” pungkasnya sembari menegaskan bila para pelaku dijerat dengan pasal 365 KUHP karena melakukan aksi pencurian disertai ancaman serta kekerasan. (D02)