Warga Surabaya Desak Status Surat Ijo Dihapus

Tidak ada komentar 205 views

Surabaya, (DOC)– Ratusan warga yang tergabung dalam gerakan hapus surat ijo kemarin, Selasa (7/11/2012) menggelar unjuk rasa di Balaikota Surabaya mendesak Wali kota Surabaya Tri Rismaharini status  lahan surat ijo dihapus.

Ketua Gerakan Hapus Surat Ijo, Bambang Sudibyo menyatakan warga sudah gerah dengan janji walikota soal pelepasan lahan surat ijo. Pasalnya dari hingga sekarang, walikota hanya memberikan janji tanpa diikuti realisasai nyata di lapangan.

“Kami memberikan tenggat waktu sampai tanggal 12 Desember kepada pemerintah kota, jika sampai pada tanggal tersebut belum dilakukan, maka kami akan datang dengan massa yang lebih besar lagi,” tegas Bambang Sudibyo.

Bambang menjelaskan, sesuai Undang Undang Pokok Agraria (UUPA) No 5 tahun 1960  dalam pasal 6 disebutkan secara tegas bila tanah digunakan untuk kesejahteraan rakyat. Sayangnya, amanat undang undang tersebut justru disalahgunakan oleh Pemkot Surabaya, dengan mengeluarkan Ijin Pemakaian Tanah (IPT) sebagai dasar dalam melakukan pungutan retribusi.

“Katanya si untuk menambah pendapatan asli daerah, tapi ya jangan masyarakat yang dijadikan korbannya,” sesal mantan PNS di lingkungan Pemprof Jawa Timur tersebut.

Menurut Bambang, selain harus membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), warga penghuni lahan surat ijo selama ini juga ditarik retribusi oleh pemerintah kota. Padahal dengan obyek yang sama, seharusnya pungutan retribusi yang dilakukan pemkot tidak boleh dilakukan.

“Ini hanya terjadi di Surabaya, dalam satu objek dikenakan dobel retribusinya. karena di daerah lain tidak ada ceritanya warga penghuni lahan surat ijo dikenakan retribusi,” tandas pria asli Madiun ini.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, akhirnya mau menemui warga. Di hadapan warga Risma menyatakan bahwa proses pelepasan lahan surat iji hampai mendekati final. Oleh karena itu, dirinya meminta warga sedikit bersabar menunggu proses yang sedang berjalan.

“Saya sudah janji kepada kalian, jadi tidak mungkin saya mengingkarinya. jika warga bersikap seperti ini terus saya ayang akan kesulitan,” tegas Risma di hadapan warga saat memberikan keterangan melalui mobil khusus yang telah disediakan.

Risma menerangkan, dalam proses pelepasan lahan surat ijo tidak semudah membalik telapak tangan. karena ada proses administrasi yang harus dilewati. Karena jika sampai terjadi kesalahan atau sembrono dirinyalah yang akan kena getahnya.

“Saya harus hati hati gak mau gegabah, karena jika sampai ada masalah maka saya yang akan dipenjara, jika sudah final prosesnya maka saya akan mengundang kalian. Ini janji saya kepada kalian juga kepada tuhan karena nita saya tulus dan tidak ada motifasi apapun,” cetus mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) itu.

Dalam unjukrasa yang dilakukan di halaman Balaikota sebelah timur itu, kejadian menarik terjadi ketika tiba tiba Ketua Gerakan Hapus Surat Ijo, Bambang Sudibyo naik ke mobil yang dijadikan tempat walikota berdialog dengan warga. Dimana Bambang secara tegas meminta walikota tidak hanya pandai dalam mengumbar janji manis kepada masyarakat.

“Jangan hanya janji janji, kami tidak butuh itu, yang jelas kapan pelepasan lahan surat ijo itu dilakukan,” ujar Bambang dengan suara keras ketika berdiri disamping walikota.

Kontan saja akibat kejadian itu, Tri Rismaharini ngambek dan memutuskan segera turun dari mobil yang dijadikan tempat berdialog dengan warga. “Ingat dari sekian walikota yang ada hanya saya saja yang memeperjuangkan warga surat ijo,” tegas Risma saat dicegat wartawan. (k1/K5/R9)