Warga Tolak Pemakaman 7 Bomber Gereja, Wali kota Koordinasi Dengan MUI

foto : warga putat tutup lagi lubang makam jazad pelaku bom gereja

Surabaya,(DOC) – Berbagai cara dilakukan warga Putat Jaya Surabaya untuk menolak dan mengecam tindakan terror bom bunuh diri yang menimpa sejumlah tempat di Surabaya dan sekitarnya.

Penolakan itu diwujudkan dengan berbagai cara, mulai memasang spanduk-spanduk kecaman hingga penutupan liang lahat lubang pemakaman jenazah teroris bom gereja.

Hal ini dilakukan oleh warga Putat Jaya yang menutup lagi lubang makam yang akan digunakan persemayaman pelaku bom, Kamis(17/5/2018) sore kemarin.  Bahkan tak tanggung-tanggung, terdapat 7 lubang makam kuburan jenazah teroris di TPU Jarak, Putat Jaya, yang ditutup warga lagi. Rencananya makam – makam itu telah digali untuk mengubur 7 jasad keluarga bomber gereja-gereka Surabaya yakni Dita Oepriarto beserta istri dan anak-anaknya yang selama ini tinggal di Wisma Indah Blok K-22, Wonorejo, Rungkut, Surabaya.

Menurut beberapa warga Putat Jaya, tindakan itu adalah bentuk penolakan dan kecaman warga terhadap tindakan bom bunuh diri, sekaligus tidak adanya satu pun keluarga atau kerabat yang datang saat jenazah hendak dimakamkan.

“Di daerahnya saja mereka tak diterima, apalagi kami,” ungkap Nanang Ketua RW-VIII,  Putat Jaya, Surabaya, saat ditemui awakmedia, Jumat(18/5/2018) pagi.

Ia menegaskan, meskipun TPU Jarak selama ini dikelola Pemkot Surabaya, namun tetap harus ada koordinasi dengan warga dulu.

“Intinya kami keberatan jika jenazah pelaku teroris di makamkan disini. Untuk itu kami tutup,” pungkasnya.

Sementara itu terpisah, Wali kota Surabaya, masih berkoodinasi dengan MUI untuk prosesi pemakaman 7 jenazah bomber gereja itu.(rob/r7)