Warga Tuntut Penutupan TPA Benowo

Tidak ada komentar 345 views

Surabaya, (DOC) – Belasan warga yang mengaku berasal dari daerah sekitar lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo, Senin (26/11/2012) mendatangi gedung DPRD Surabaya. Kedatangan mereka guna menyampaikan tuntutan terkait keberadaan sampah yang dirasakan masyarakat sekitar lokasi pembuangan sampah, telah mengganggu mereka.

Terutama luberan air lindi (limbah cair) dari sampah itu yang telah mengotori tambak milik warga yang berjarak hanya beberapa meter dari TPA Benowo. Mereka menyampaikan keluhan ke pihak Komisi B DPRD Surabaya. Warga ingin TPA Benowo ditutup dan tidak lagi digunakan sebagai lokasi pembuangan sampah.

Hal ini sebenarnya telah lama mereka sampaikan agar dilakukan penghentian aktivitas pembuangan sampah di sana sejak 2007 silam, namun hingga kini aktivitas itu tidak juga dihentikan. Komisi B melalui ketuanya, Mochammad Mahmud menyatakan bakal menampung keluhan warga untuk disampaikan kepada Pemkot Surabaya, namun sayangnya belum tuntas permasalahan warga, rapat pertemuan itu dihentikan oleh Ketua DPRD Surabaya Wishnu Wardhana yang tiba tiba masuk ke ruang Komisi B dengan alasan akan dilakukan rapat paripurna.

Warga yang belum puas akhirnya tetap menunggu di lobby dewan. Usai paripurna, saat Wali Kota Tri Rismaharini meninggalkan ruang paripurna dan menuju ke mobil dinasnya, belasan warga yang sudah menunggu itu bergegas menghampiri Risma. Kepada wali kota, warga menyampaikan keluhannya atas persoalan TPA Benowo tersebut.

Menyikapi hal ini Tri Rismaharini berjanji bakal melakukan pembicaraan dengan warga. Sebelumnya saat dikonfirmasi oleh wartawan soal keberatan warga sekitar Lokasi TPA atas aktivitas pembuangan sampah di sana, wali kota menyatakan tidaklah mungkin menghentikan pembuangan sampah tersebut.

Namun Risma berjanji pemkot bakal melakukan pengolahan sampah secara baik sehingga tidak akan lagi ada penimbunan sampah seperti yang terjadi selama ini. Apalagi menurut Risma kini Pemkot Surabaya telah menandatangani kontrak kerjasama dengan investor pengolahan sampah di TPA Benowo.

” Tidak bisa! Tidak bisalah kalau warga begitu, makanya kita sudah mempersiapkan pengolahan sampah di sana. Kita sudah mempersiapkan teknologi yang modern untuk pengolahan sampah,” ujar Risma.

“Kalau kita dituding selama ini mencemari, kemaren saya sudah ke sana dan melihat tambaknya juga bagus, malah hasil garam juga lebih bagus, jadi mana yang dikatakan mencemari?” tegas Risma.

Lebih lanjut Risma juga menyatakan dengan adanya pengolahan sampah oleh pihak ketiga yang rencananya akan berlangsung tahun depan juga tidak akan menghilangkan keberadaan para pemulung di sana. Hal ini ditegaskan guna menepis keresahan ribuan pemulung yang dikabarkan bakal tergusur ketika TPA Benowo itu dilakukan pengelolaan oleh investor. Wali Kota Tri Rismaharini berjanji akan membicarakan lagi beberapa persoalan itu dengan warga Pakal sekitar lokasi TPA. (k5/r4)