Waspadai Prostitusi Anak Saat Libur Sekolah

Tidak ada komentar 187 views

Surabaya,(DOC) – Memasuki masa liburan sekolah, para orang tua harus ekstra hati – hati untuk mengawasi kegiatan dan prilaku para putra-putrinya.
Data yang dihimpun oleh Hot Line Pendidikan, bahwa kasus trafficking ataupun mucikari anak, selalu “booming” dimoment tertentu, salah satunya disaat liburan sekolah.
Direktur Hot Line Pendidikan Isa Anshori usai melakukan dialog penjelasan penanganan permasalahan anak , di rumah makan Taman Apsari Surabaya, Rabu(19/6/2013) menyatakan, setiap tahun kasus protitusi pada anak, selalu marak di moment-moment tertentu seperti liburan sekolah, lebaran dan tahun baru. Jumlahnya-pun cukup fantastis, bisa mencapai puluhan kasus.
Untuk tahun 2013, terhitung hingga bulan Juni, terdapat 17 kasus trafficking anak dan Prostitusi yang terungkap dan tertangani. Jumlah ini akan meningkat, karena belum memasuki 3 moment penting tersebut. “trend kasus trafficking dan prostitusi anak selalu meningkat di 3 moment sakral yaitu liburan sekolah, menjelang puasa dan lebaran, dan menjelang pergantian tahun. Ini sebuah peringatan agar lebih waspada,” kata isa
Menurut Isa, di tahun 2012 lalu, kasus traficcking dan protitusi anak yang terungkap sebanyak 24 kasus. Sedang tahun 2013 ini, hingga bulan Juni ini, kasus tersebut sudah mencapai 17 kasus. Hal ini lah yang perlu diwaspadai karena moment moment sakral belum terlewati, sehingga jumlah kasus tersebut akan meningkat lagi. ”Kasus protitusi anak ini, kan muncul menjelang hari liburkan. Jadi setelah mereka mengikuti Unas terus libur, mereka melakukan transaksi macem-macem,” jelas wakil ketua Dewan Pndidikan kota Surabaya ini.
Ia menambahkan, penunjung prostitusi anak ini terjadi memang banyak variabelnya, seperti pergaulan dan jejaring sosial, hingga infra sturktur pembangunan kota yang kini tengah marak di galakkan. “Kalo lewat pergaulan dan jejaring sosial memang sudah terjadi sekian lama. Fenomena yang baru muncul yaitu banyaknya Taman-taman kota yang kini juga digunakan sebagai tempat transaksi. Untuk itu perlu ada pengawasan yang ketat dari pemerintah setempat dan masyarakt,” imbuhnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Direktur Surabaya Crisis Children Center Edwarad Dewarucci menyatakan, munculnya prostitusi anak yang kian marak ini, memang di sebabkan oleh tayangan media televisi, yang menampilkan gaya hidup mewah dan serba glamour. “kebanyakan mereka menonton tayangan sinetron yang tanpa bekerja bisa mempunyai segalanya, sehingga para anak ini mengikutinya dengan cara yang salah dan mudah didapat,” ungkap edward.
Dalam mendeteksi anak agar terhindar terhadap kasus tersebut, para orang tua harus selalu mengawasi dan memperhatikan perubahan prilaku anak setiap hari. Barang barang mewah atau sikap yang lain daripada biasanya yang dilakukan oleh anak, wajib di curigai dengan menanyakan langsung kepada si anak.”pokok jika anak sudah glamour, mempunyai barang mewah seperti Handphone dan pakaian mahal, maka orang tua wajib menanyai. Secara logika dari mana mereka bisa membelinya,” kata salah satu komisioner KPU Surabaya ini.
Untuk penangan hukum bagi anak yang tersandung kasus prostitusi, hanya di berikan sangsi rehabilitasi di Liponsos dan rumah jompo, tanpa harus masuk ke dalam peradilan resmi.”sangsinya ya memandikan orang jompo dan cacat, atau sebagai dirver para gelandangan saja. Gak ke lemabaga hukum peradilan. Dengan itu saja mereka sudah jera dan ketakutan. Cara itulah yang paling effektif untuk memperbaiki mental anak tanpa mengganggu psikologinya,”cetusnya.(R7)