Wisnu Sakti Buana Terpilih Aklamasi

Tidak ada komentar 144 views

Surabaya, (DOC) – Pemilihan wawali Surabaya pengganti Bambang DH dilaksanakan mendadak. Ini setelah dewan berkonsultasi ke Gubernur Jatim pada Jumat (8/11/2013). Akhirnya pada pukul 18.14, paripurna pemilihan wawali digelar dan berakhir pukul 18.25.
Hanya berlangsung 14 menit, Wisnu Sakti Buana terpilih secara aklamasi. Pemilihan ini tentu saja membalik upaya penolakan proses pemilihan yang dijalankan 16 anggota DPRD Surabaya lainnya.
Dalam pemilihan itu hanya diikuti 32 anggota saja. Bahkan dalam forum itu, tak ada protes dari fraksi lain. Semua yang ada di ruang itu menyatakan setuju jika pemilihannya dengan suara aklamasi dan mufakat.
Sebelum dilakukan pemilihan, Wisnu Sakti Buana yang memimpin rapat membacakan surat gubernur terkait konsultasi dewan. Surat gubernur bernomor 181.4/2826/013/2013 menjawab surat DPRD Surabaya tanggal 8 Nopember 2013 nomor 172/2106/436.5/VII/2013 menjelaskan dalam pasal 373 ayat (2) huruf c UU 27/2009 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD bahwa rapat paripurna dianggap memenuhi kuorum jika dihadiri lebih dari ½ jumlah anggota. Bahkan di surat itu dinyatakan jika tatib pemilihan yang sudah disusun Pansus dianggap bertentangan dengan UU 27/2009 junto PP 16/2010.
Gubernur pun meminta isi tatib, bisa diabaikan. Setelah pembacaan surat, Syaifuddin Zuhri, salah satu calon wawali mengusulkan pemilihan dilakukan dengan aklamasi. Armudji dari Fraksi yang sama, PDI Perjuangan, juga mengusulkan untuk aklamasi.
Saat itu seluruh peserta rapat dari fraksi lain tak bersuara alias bungkam. Dalam rapat yang tak dihadiri pejabat, baik pemkot maupun Forpimda Surabaya, juga dihadiri kader dan simpatisan PDIP. Kursi undangan juga dipenuhi kader dan simpatisan partai itu. Sekkota Surabaya Hendro Gunawan, tiba di lokasi setelah aklamasi dicapai. (r4/r7)