World Bank Apresiasi Trem dan Monorel Surabaya

Tidak ada komentar 77 views

Surabaya, (DOC) – Progres rencana pembangunan sistem transportasi massal berupa trem dan monorel di Kota Surabaya, mendapatkan apresiasi positif dari pihak World Bank (Bank Dunia). Apresiasi positif tersebut disampaikan oleh utusan dari World Bank perwakilan Asia Pasifik yang pada Kamis (19/9) kemarin berkunjung ke Balai Kota Surabaya. Mereka ditemui langsung oleh Walikota Surabaya, Ir Tri Rismaharini MT yang didampingi beberapa kepala SKPD.
Kabag Kerjasama Pemkot Surabaya, Ifron Hady Susanto, mengatakan, kedatangan pihak World Bank ke Surabaya untuk mengetahui perkembangan pembangunan sistem transportasi massal. Termasuk mendiskusikan tentang kendala apa saja yang dihadapi Pemkot Surabaya dalam realisasi pembangunan trem dan monorel.
“Mereka ingin lihat perkembangan dan meminta bu wali menyampaikan apa saja problem yang mau diselesaikan. World Bank akan terus memantau perkembangannya karena ini kan proyek besar,” tegas Ifron Hady Susanto.
Menurut Ifron, pihak World Bank sudah sejak awal memberikan perhatian dengan aktif membantu untuk menyempurnakan Feasibility Study (FS) pembangunan trem dan monorel. Apalagi, bagi Pemkot Surabaya, trem dan monorel masih merupakan hal baru. “Sejak awal mereka perhatian dengan terus melakukan pendampingan. Karena monorel dan trem kan asing bagi kita,” sambung Ifron.
Dijelaskan Ifron, pembangunan trem dan monorel menjadi target prioritas bagi Pemkot Surabaya untuk segera direalisasi. Pasalnya, dengan jumlah penduduk yang terus bertambah dan peningkatan volume kendaraan yang tidak sebanding dengan penambahan jalan baru, Kota Surabaya terancam menjadi kota statis jika tidak memprioritaskan pembangunan trem dan monorel.
“Ini memang menjadi prioritas karena kita lihat pertumbuhan kendaraan dan jalan tidak sebanding. Kemacetan di mana-mana. Kalau tidak diselesaikan akan menimbulkan dampak di mana-mana. Kota akan lumpuh dan kehidupan menjadi high cost seperti di Jakarta,” jelas dia.
Dalam kesempatan tersebut, Ifron Hady Susanto juga merespon keputusan pemerintah pusat meluncurkan mobil murah dan ramah lingkungan atau low cost and green car (LCGC). Menurut Ifron, pemerinta pusat seharusnya berpikir ulang. Sebab, keberadaan mobil murah jelas akan menimbulkan dampak kemacetan parah di kota besars eperti di Surabaya.
“Justru yang paling penting itu transportasi massal. Di hampir semua negara maju sudah melakukannya. Harusnya yang didorong itu transportasi massal. Ini salah satu solusi yang ditawarkan supaya kecametan bisa direm sedikit,”imbuh dia.
Dalam pertemuan di ruang kerja walikota tersebut, pihak World Bank juga memberikan pujian terkait keputusan Pemkot Surabaya untuk menggunakan tenaga staf sendiri dalam mengerjakan proyek-proyek. Di kota-kota lain, keberadaan konsultan masih menjadi pilihan utama dalam pembangunan proyek. “Mereka (World Bank) menyatakan bagus sekali. Mereka memuji karena kita pakai staf sendiri, tidak lagi pakai konsultan luar,” ujar Ifron.
Walikota Risma seusai mengantar perwakilan World Bank meninggalkan Balai Kota Surabaya, menyampaikan kembali apresiasi dari pihak Bank Dunia tersebut. Kepada para staf nya, orang nomor satu di pemerintahan Pemerintah Kota Surabaya ini memberikan motivasi agar tidak ragu dan takut untuk terus berkembang menjadi lebih baik.
“Kalian dengar sendiri kan mereka memberikan pujian. Karena itu, jangan capek untuk terus belajar dan belajar. Ayo kita kembangkan potensi terbaik kita,” ujar Walikota Risma.
Selain trem dan monorel, problem yang menjadi bahasa dalam pertemuan Walikota Risma dan perwakilan World Bank tersebut adalah menuntaskan masalah perumahan dengan fokus pada pembangunan hunian vertical untuk membantu masyarakat miskin. Juga pada penyediaan air bersih karena selama ini masih ada warga yang belum bisa menikmati air bersih.
World Bank juga akan memberikan bantuan berupa fasilitasi pelatihan untuk masalah perumahan, training public partnership (TPP) juga peningkatan sumber daya manusia (SDM). “Mereka menfasilitasi dengan mengajak partner dari Universitas di Singapura untuk memberikan training terhadap staf- staf kita, kalau ndak salah akhir Okotber akan dimulai. Karena memang, SDM dan wawasan kita masih terbatas, masih butuh training,” pungkas dia. (r4)