WW Ancam Pecat Semua Anggota Dewan

Tidak ada komentar 192 views

Surabaya (DOC) – Ketua DPRD Surabaya, Wisnu Wardhana (WW) melontarkan perang terbuka dengan semua anggota dewan yang dia pimpin. Kali ini, WW mengancam para anggota dewan yang mbalelo terhadap kepemimpinanya dengan sanksi pemecatan.

Ancaman pemecatan dilontarkan menyusul adanya kabar dirinya dipertanyakan memimpin rapat dan sidang pasca dikeluarkannya surat pemberhentian sebagai kader Partai Demokrat, parpol dirinya bernaung. Tak hanya itu, WW juga siap memecat anggota dewan berani mengusung mosi tidak percaya, reposisi maupun recall dirinya sebagai ketua dewan.

“keberadaan saya sebagai anggota dewan adalah hasil proses pemilihan suara rakyat, dan saya sebagai ketua dewan telah di atur dan dilindungi PP dan UU, sehingga siapapun tidak akan bisa intervensi termasuk partai, karena jalur partai hanya sampai di tingkat fraksi,” tegas WW kepada wartawan, Jum’at (22/2/13).

WW juga mengaku bahwa sebagai ketua mempunyai segudang kewenangan terkait keberadaan anggota dewan di fraksi dan komisi, sehingga jika ada anggota dewan yang berani mencoba membuka wacana mosi tidak percaya, apalagi mempertanyakan posisinya di sidang paripurna maka dirinya akan bertindak tegas saat itu juga.

“Posisi saya sudah jelas sebagai ketua DPRD, jadi jika ada anggota yang berani mempermasalahkan keberadaan saya duduk di kursi pimpinan sidang, maka saya akan bertindak tegas saat itu juga, sekaligus saya suruh belajar dulu soal PP dan UU yang mengatur soal keberadaan anggota dewan,bila perlu sangsi pemecatan,” katanya.

Tidak hanya itu, WW juga menanggapi statement Anas Urbaningrum Ketum Partai Demokrat yang terkesan memojokkan dirinya seakan mengatakan bahwa dirinya harus hengkang dari kursi ketua dewan di Surabaya.

“Nazarudin itu jabatannya hanya seorang bendahara partai, dan apapun yang dilakukan oleh seorang bendahara tentu diketahui bahkan atas petunjuk ketuanya, karena ketua dan bendahara itu layaknya suami istri yang tidak akan terpisahkan hubungannya, jadi jika Nazarudin dianggap sebagai koruptor dalam kasus Hambalang, maka Anas Urbaningrum biangnya koruptor, dia harus dihukum sekaligus dipecat dari partai demokrat, karena hanya menjadi mesin penghancur partai,” tegas WW.

WW menambahkan, pemecatan dirinya dari keanggotaan Partai Demokrat (PD) tidak akan berguna ketika Ketua Umum DPP PD Anas Urbaningrum menjadi tersangka kasus Hambalang.

“Saya yakin Anas Urbaningrum menjadi tersangka. Seharusnya, dia yang harus dipecat dari Partai Demokrat karena telah mencemarkan nama baik partai,” kata Wishnu.

Menurut dia, pernyataan Anas Urbaningrum pada saat di Surabaya, Rabu (20/2) yang akan memproses pemecatan dirinya dan melakukan pergantian antarwaktu (PAW) tidak akan terbukti.

Hal ini dikarenakan proses pemecatan terhadap dirinya dari keanggotaan sebagai Partai Demokrat cacat hukum sehingga jika diproses maka bisa dikatakan melanggar hukum.

Surat Keputusan (SK) pemecatan sementara yang ditandatangani Ketua DPD PD Jatim Soekarwo tidak sesuai dengan Undang-Undang No 2/2011 tentang Partai Politik, AD/ART Partai Demokrat tertanggal 2 Juni 2010, Kode Etik Partai Demokrat tertanggal 24 Juli 2011.

“Bahkan sebagaimana aturan partai, harus ada pemanggilan jika terjadi kesalahan. Hingga saat ini tidak ada pemanggilan,” katanya.

Wishnu juga mengancam akan melayangkan gugatan hukum terhadap Gubernur Jatim Soekarwo jika memproses PAW terhadap dirinya. “Kalau dia memproses pemberhentian saya, maka saya akan gugat. Bahkan saya akan mempidanakan karena telah mencemarkan nama baik dan melanggar aturan hukum yang berlaku,” katanya.(r3/r5)