WW dan Agus ‘Minggat’, Fraksi di DPRD Kompak

Tidak ada komentar 97 views

Surabaya, (DOC) – Pasca terbitnya SK  Gubernur 171.436/113/011/2013 soal pergantian antar waktu terhadap anggota DPRD Surabaya atas nama Wishnu Wardhana dan Agus Santoso, peta politik di internal DPRD Surabaya mulai berubah. Meski posisinya kini sedang di luar kota, namun menurut keterangan Irwanto Limantoro, Ketua FPD, dua wakil ketua akhirnya bersedia untuk menindak lanjuti SK Gubernur.

“Setelah saya melakukan komunikasi dengan Ketua PDI Perjuangan yang  juga Wakil Ketua DPRD Wisnu Sakti Buana serta Wakil Ketua DPRD dari PKS Ahmad Suyanto, pada intinya mereka akan memproses SK Gubernur. Sudah saya telpon dan keduanya mengaminnya dan akan memproses surat ini. Kami juga sudah koordinasi dengan fraksi-fraksi dan mereka mendukung langkah kita,” kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Surabaya Irwanto Limantoro.

Selain melakukan komunikasi dengan lintas fraksi serta pimpinan dewan, Ketua Fraksi Demokrat juga akan melakukan audiensi dengan Wali Kota Surabaya Tri Rimaharini untuk segera mencabut segala hak-hak berupa fasilitas dan gaji yang selama ini diterima Ketua DPRD Surabaya Wishnu Wardhana dan Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Agus Santoso.

Walaupun Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi PDS dan Fraksi Gabungan APKINDO tidak hadir dalam rapat komunikasi lintas fraksi, namun fraksi itu telah menyetujui untuk menindaklanjuti SK Gubernur Jatim. Sementara pembina Fraksi Partai Golkar DPRD Surabaya Adies Kadir juga mengatakan bahwa pihaknya akan ikut untuk audiensi ke wali kota. Menanggapi soal terbitnya SK Gubernur, WW dan Agus Santoso, Adies mengatakan bahwa tetap harus melalui mekanisme yang telah diatur.

“Semua fraksi akan datang bersama-sama untuk menemui wali kota, kita akan kumpul dulu di DPRD Surabaya, soal jam berapa hingga saat ini belum ada jawaban dari wali kota, Ya kita lakukan mekanisme yang ada, dengan melakukan Banmus (badan Musyawarah), setelah itu dilakukan sidang Paripurna pemberhentian WW dan AS. Setelah itu baru sidang Paripurna Istimewa,” kata politisi Golkar yang saat ini sebagai caleg DPR RI.

Sementara, Ketua DPRD Surabaya Wishnu Wardhana dan Ketua Badan Kehormatan (BK) Agus Santosor, sejak turunnya SK Gubernur Jatim terkait peresmian pergantian antar waktu, Kamis (18/4/2013) tak muncul di gedung dewan. Padahal, sesuai janjianya, WW nama panggilan Wishnu, siap melawan jika gubernur mengeluarkan surat pemecatan atas dirinya.

Sementara Agus Santoso, sejak Rabu (17/4/2013) tak berada di DPRD Surabaya karena mengikuti kunjungan kerja bersama Komisi C.Entah sampai kapan kunjungan kerja itu, yang jelas saat dikonfirmasi melalui teleponnya hari ini, tak berhasil.

Beberapa anggota Pengamanan Dalam (Pamdal) DPRD Surabaya, mengaku sejak pagi belum melihat kehadiran WW ataupun Agus Santoso. Sementara dua petugas kepolisian dari Polsek Genteng dan dua petugas yang ditugaskan sebagai pengamanan objek vital (PAM Obvit), sudah terlihat di meja depan pintu masuk.

“Sampai saat ini, pimpinan belum datang. Tapi kita juga sudah diminta untuk berjaga-jaga agar tak ada kejadian apapun di gedung ini,” ujar seorang anggota Pamdal DPRD Surabaya.

Informasinya, Fraksi Demokrat atau DPC Partai Demokrat Surabaya, sudah menyiapkan orang untuk melakukan ‘eksekusi’ terhadap dua mantan kadernya tersebut. Pasalnya, sejak keluarnya Surat Keterangan Gubernur Jatim Soekarwo, Demokrat sudah mendapat kepastian jika WW dan Agus Santoso per 17 April 2013, bukan lagi anggota partai berlambang bintang mercy. Partai Demokrat juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian. (r4)