Sidoarjo (DOC) – Kekalahan Persebaya Surabaya saat menjamu Rans Nusantara FC dengan skor 1-2, Kamis (15/9) sore, membuat para suporter Bonek Mania marah. Bahkan mereka sempat masuk ke lapangan Gelora Delta Sidoarjo, dan merusak beberapa fasilitas dalam lapangan.
Sempat memimpin 1-0 atas Rans Nusantara FC di babak pertama, namun keunggulan Green Force sendiri tak lama setelah masuk babak kedua. Dua gol tim milik Raffi Ahmad ini tercipta dari Edo Febriansah (’66 dan ’88) membuat asa Persebaya hilang.
Dengan kekalahan Persebaya, para suporter sudah mulai menyanyikan “Lak gak seri kalah, lak gak seri kalah, kapan menange?” (Kalau tak seri kalah, kapan menangnya) bergema ke penjuru stadion GDS.
Tak hanya itu kekalahan Persebaya Surabaya membuat para supporter marah, mereka merangsek masuk ke dalam lapangan dan mulai melakukan aksi protes pada Tim Bajol Ijo.
Tak hanya melontarkan protes ke jajaran pelatih dan pemain, beberapa suporter yang marah juga mulai mengejar para pemain, pelatih, dan manajemen tim yang ada di dalam lapangan. Mereka juga mulai merusak fasilitas stadion, mulai bench pemain, bench pemimpin pertandingan, hingga papan iklan di pinggir lapangan.
Gagal mendekati para pemain di lapangan, karena petugas keamanan sigap menghalau suporter yang marah, para suporter juga sempat mengepung pintu keluar para pemain, dan berteriak agar para pemain menemui suporter saat itu juga.
Dengan pengawalan ketat dari Kepolisian, para pemain Persebaya akhirnya bisa keluar dari stadion dengan menggunakan bis untuk kembali ke mess para pemain.
Dengan adanya kekecewaan Bonek Mania, elatih Persebaya Aji Santoso menyadari kekecewaan Bonek Mania.
“Kekecewaan suporter-suporter saya sadari (karena) kalah. Ini pemain belakangnya baru semua, tidak ada pemain seperti Lelus dan Ridho, di belakang perlu perhatian lebih,” ujar Aji saat konferensi pers usai pertandingan.
Selain itu, Aji sebagai pelatih, akan mempertanggungjawabkan kekalahan Persebaya pada malam ini.
“Kekalahan ini saya akan pertanggungjawabkan,” tandasnya. (ang)