Surabaya,(DOC) – Wali Kota Surabaya menabuh genderang perang terhadap praktik curang di tubuh BUMD. Ia fokus membersihkan tata kelola keuangan PDTS Kebun Binatang Surabaya (KBS) dan PD Pasar Surya. Hasilnya mencengangkan, ditemukan “uang gaib” yang tercatat dalam laporan namun fisiknya nihil sejak 2013.
Audit Independen Temukan Selisih Miliaran
Kecurigaan Wali Kota memuncak pada 2022. Ia mempertanyakan tim audit yang tidak pernah berganti. Untuk menjamin transparansi, ia menunjuk tim audit independen pada 2023. Tim ini bertugas membedah aliran dana yang “menggantung” selama sepuluh tahun.
”Saya minta tim independen, bukan pilihan KPS (Komite Pengawas). Ternyata benar, ada transaksi tidak jelas sejak 2013,” tegas Wali Kota. Audit tersebut mengungkap selisih anggaran mencapai Rp1 miliar hingga Rp2 miliar. “Catatannya ada, uangnya tidak pernah masuk,” imbuhnya.
Amputasi Beban Sejarah
Wali Kota juga menyoroti PD Pasar Surya yang sulit berkembang. Perusahaan ini terus memikul beban utang akibat korupsi direksi lama. Ia pun mengambil langkah berani dengan melakukan cut-off atau pemutusan beban sejarah.
Menurutnya, direksi baru harus memulai dengan lembaran bersih. “Kalau direksi baru menanggung korupsi direksi lama, ya tidak akan pernah maju. Kita harus potong beban ini agar organisasi sehat,” jelasnya.
Kejaksaan Mulai Bergerak
Pemerintah Kota Surabaya kini menggandeng Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jatim dan Kejaksaan Negeri (Kejari). Langkah hukum ini bertujuan menuntaskan hilangnya uang rakyat tersebut. Prinsipnya tegas: “Sopo Sing Salah Seleh” (Siapa yang salah harus di taruh).
Wali Kota meminta direksi saat ini tidak takut melapor. “Ini uang rakyat, harus kembali. Ayo laporno (laporkan), kita perbaiki sistemnya,” pungkasnya.
Saat ini, pihak kejaksaan tengah menelusuri ke mana aliran dana yang hilang selama satu dekade tersebut mengalir.(r7)





