Surabaya,(DOC) – Operasional pemberangkatan jemaah haji melalui Embarkasi Surabaya terus menunjukkan progres positif. Memasuki hari ke-12 pelaksanaan, sebanyak 15.557 jemaah dan petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci, atau setara 35 persen dari total rencana keberangkatan musim haji 1447 H/2026 M.
Berdasarkan data Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya per 2 Mei 2026, total kuota pemberangkatan tahun ini mencapai 44.080 orang.
Rinciannya terdiri dari 42.109 jemaah, 464 petugas, 162 Petugas Haji Daerah (PHD), serta 140 Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU), yang terbagi dalam 116 kelompok terbang (kloter).
Secara kumulatif hingga 1 Mei 2026, sebanyak 13.657 jemaah telah diberangkatkan dalam 36 kloter. Pada hari ke-12, terdapat tambahan 1.900 jemaah dari lima kloter, sehingga total keberangkatan mencapai 15.557 orang yang tergabung dalam 41 kloter.
Dari sisi komposisi, jemaah yang telah diberangkatkan terdiri atas 7.287 laki-laki dan 8.270 perempuan.
Dalam pelaksanaannya, PPIH mencatat adanya 46 mutasi keluar yang memengaruhi ketersediaan kursi penerbangan. Dari jumlah tersebut, 23 kursi berhasil terisi kembali melalui mekanisme mutasi masuk, sehingga tersisa 23 kursi kosong (open seat).
Mutasi keluar dipicu oleh berbagai faktor, di antaranya jemaah yang menjalani perawatan di rumah sakit sebanyak 10 orang, kondisi hamil 1 orang, pendamping 5 orang, penundaan keberangkatan 6 orang, perpindahan kloter 18 orang, serta enam kursi kosong karena alasan teknis.
Sementara itu, mutasi masuk berasal dari jemaah pengganti, baik dari daftar cadangan maupun jemaah yang dialihkan dari kloter lain.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, memastikan bahwa proses pengisian kursi berjalan optimal sehingga mampu menekan jumlah kursi kosong.
“Alhamdulillah, hingga hari ke-12 operasional, seluruh proses pemberangkatan berjalan tertib, lancar, dan tepat waktu. Pengisian kursi melalui mekanisme mutasi masuk juga berjalan baik,” ujarnya, Sabtu (2/5).
Dari aspek ketepatan waktu penerbangan (On Time Performance/OTP), seluruh 39 kloter yang telah diberangkatkan tercatat berangkat sesuai jadwal tanpa keterlambatan.
PPIH juga melaporkan adanya satu jemaah yang wafat di Arab Saudi, dengan informasi detail yang telah disampaikan sebelumnya melalui keterangan resmi.
Sementara itu, pemantauan kondisi kesehatan jemaah terus dilakukan secara intensif. Hingga saat ini, tercatat 11 jemaah mengalami penundaan keberangkatan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, yang sebagian telah diberangkatkan pada kloter berikutnya setelah dinyatakan laik terbang.
“Kami memastikan jemaah yang mengalami kendala kesehatan maupun kondisi khusus mendapatkan penanganan optimal, sehingga dapat diberangkatkan pada kesempatan berikutnya,” tambah Anam.
Untuk keberangkatan selanjutnya, PPIH menjadwalkan kedatangan 1.140 jemaah dari tiga kloter ke Asrama Haji pada 3 Mei 2026. Para jemaah tersebut berasal dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Gresik, Lamongan, Kota Surabaya, Jombang, Mojokerto, dan Pasuruan.
PPIH Embarkasi Surabaya menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas layanan selama operasional haji berlangsung, guna memastikan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan lancar. (r6)





