PKM mahasiswa Unesa di Jepang. (Foto: Ist)
Surabaya, (DOC) – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) semakin mengepakkan sayapnya di panggung global. Melalui Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Jepang, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Unesa sukses menggelar misi diplomasi budaya dengan memperkenalkan kekayaan tradisi Indonesia kepada para mahasiswa di Jepang lewat program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional.
Kegiatan yang berlangsung di Kaichi International University, Jepang, pada 22 April 2026 lalu ini, menjadi panggung nyata bagi para dosen Unesa untuk membawa “wajah” Indonesia ke hadapan masyarakat dunia. Seluruh tim dosen dikerahkan dan dibagi ke dalam beberapa kelompok interaktif untuk memberikan pengalaman budaya yang mendalam.
Bukan sekadar memaparkan materi secara teoretis, tim Unesa yang dipimpin oleh para akademisi andal, termasuk Wakil Dekan Bidang II FBS Unesa, Didik Nurhadi mengemas pengenalan budaya ini dengan sangat interaktif.
Ruang kelas di Kaichi International University seketika berubah riuh dan hangat saat para mahasiswa Jepang diajak untuk menyanyikan lagu-lagu daerah dan lagu nasional Indonesia bersama-sama.
Selain itu, para mahasiswa Jepang juga diajak mencoba langsung berbagai permainan tradisional khas Indonesia yang sarat nilai kebersamaan, dan mempraktikkan percakapan sederhana dalam bahasa Indonesia untuk kehidupan sehari-hari.
Sesi percakapan yang dipandu oleh tim ketukan Amira Agustin Kocimaheni menjadi salah satu daya tarik utama. Amira mengungkapkan bahwa pendekatan komunikasi praktis ini dipilih agar bahasa dan budaya Indonesia bisa diadopsi dengan mudah dan menyenangkan oleh penutur asing.
“Saya merasa bangga dan terharu karena kegiatan di Jepang ini menjadi ruang nyata untuk memperkenalkan budaya Indonesia secara langsung kepada masyarakat dunia,” ujar Amira penuh emosional, Selasa (30/6/2026).
Antusiasme mahasiswa Kaichi International University terlihat memuncak di setiap sesi. Mereka tidak canggung mencoba pelafalan bahasa Indonesia dan sangat penasaran dengan filosofi di balik permainan tradisional yang dipamerkan.
Misi pengenalan budaya ini ternyata membuahkan hasil yang lebih besar. Selain sukses menjadi agen diplomasi kultural, kunjungan Unesa ini langsung membuka gerbang kerja sama akademik yang lebih luas.
Kerja sama tersebut, akan diimplementasikan melalui program pertukaran mahasiswa (Student Exchange), serta kolaborasi riset dan pengabdian.
Melalui PKM Internasional ini, Prodi S1 Pendidikan Bahasa Jepang Unesa membuktikan bahwa mengenalkan budaya bangsa ke luar negeri adalah strategi ampuh dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi.
Langkah ini tidak hanya memperkuat jejaring global Unesa di mata dunia, tetapi juga menjadi akselerasi nyata dalam mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi. Dengan membawa budaya lokal ke kancah global, Unesa menunjukkan bahwa pendidikan Indonesia siap bersaing dan mewarnai keberagaman dunia.





