Ancaman Kenaikan BBM Nonsubsidi, Kelas Menengah Paling Rentan Terjepit

Ancaman Kenaikan BBM Nonsubsidi, Kelas Menengah Paling Rentan TerjepitIlustrasi pengisian BBM. (Foto: Ist)

Jember, (DOC) – Escalasi konflik di Timur Tengah yang mengancam pasokan minyak dunia mulai membayangi stabilitas ekonomi domestik.

Bacaan Lainnya

Lonjakan harga minyak mentah global berpotensi memicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di Indonesia, dengan kelompok masyarakat berpenghasilan menengah (middle income) sebagai pihak yang paling rentan terdampak.

Ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember (Unej), Ciplis Gema Qoriah, mengingatkan bahwa gejolak harga BBM nonsubsidi tidak boleh dipandang sebelah mata.

Dampaknya dinilai bakal merembet ke kenaikan biaya transportasi, pembengkakan ongkos produksi, hingga penurunan daya beli masyarakat.

“Kelompok middle income ini semakin terjebak karena pendapatan mereka cenderung stagnan di tengah melonjaknya biaya energi dan kebutuhan pokok. Ketika harga BBM nonsubsidi melambung, mereka berisiko tinggi turun kelas atau berpindah mengonsumsi BBM bersubsidi,” tegas Ciplis, Rabu (7/10/2026).

Untuk mencegah penumpukan beban di BBM bersubsidi, Ciplis mendesak pemerintah pusat dan daerah segera memetakan ulang profil pengguna BBM.

Menurutnya, skema perlindungan dan skema subsidi energi harus diperhitungkan secara presisi agar intervensi negara tepat sasaran.

“Penyesuaian biaya hidup tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada masyarakat. Negara harus hadir memastikan sinergi kebijakan berjalan untuk melindungi kelompok rentan dan menahan gejolak ekonomi,” tambahnya.

Dalam jangka panjang, gejolak geopolitik ini dinilai perlu menjadi momentum bagi Indonesia untuk mempercepat kemandirian energi, termasuk transisi ke energi terbarukan dan kendaraan listrik guna mengikis ketergantungan pada minyak mentah impor.

Menanggapi potensi risiko rantai pasok global tersebut, pihak regulator pasokan memastikan kondisi penyaluran di daerah masih terkendali.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyatakan pihaknya mengoperasikan pemantauan ekstra terhadap keandalan stok dan armada distribusi.

Baca Juga:  Pertamina Perpanjang Posko Aduan Motor Mbrebet, Pengecekan Kualitas Pertalite Berlanjut

“Pertamina Patra Niaga berkomitmen penuh menjaga kelancaran pendistribusian BBM hingga ke pelosok. Di tengah dinamika global, kami memperketat monitoring stok secara berkala serta memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi bentuk gangguan pasokan,” jelas Ahad.

Pos terkait