
Surabaya,(DOC) – Sebuah pos polisi di Wisata Bahari Paciran, Lamongan (WBL) Jawa Timur, diserang oleh seseorang, Selasa(20/11/2018) siang.
Pelaku yang berhasil diamankan oleh petugas, berinisial ER (35), mantan anggota Kepolisian Resor Sidoarjo yang telah dipecat karena terbukti terlibat kasus pembunuhan guru ngaji di Sidoarjo pada tahun 2004 silam.
Tim Datasemen Khusus 88 Antiterror(Densus 88 AT) Mabes Polri, kini tengah memeriksa ER karena diduga ER adalah anggota kelompok radikal ekstrem.
Dugaan tersebut menguat, setelah polisi melakukan penggeledahan di rumah kontrakannya di Geneng, Kelurahan/Kecamatan Brondong, Lamongan, Jawa Timur.
“Ditemukan banyak buku-buku yang berhubungan dengan kelompok radikal,” kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan, saat di RS Bhayangkara Surabaya, Jawa Timur.
Data dari kepolisian, lanjut Kapolda, guru ngaji bernama Riyadhus Solikhin anggota Ansor Sidoarjo telah menjadi korban pembunuhan yang melibatkan ER saat masih menjadi anggota Polres Sidoarjo dengan cara ditembak, ditahun 2004 lalu.
Kala itu, kasus tersebut menjadi perhatian publik, karena melibatkan lebih dari satu anggota kepolisian Polres Sidoarjo.
Saat sidang dipengadilan, ER divonis sebelas tahun. “Di LP (lembaga pemasyarakatan), dia selalu berkomunikasi dengan kelompok-kelompok (radikal). Masih didalami soal itu,” ujar Luki.
Sementara pada kasus penyerangan pos polisi di WBL ini, bermula ketika anggota Polres Lamongan melakukan penjagaan di pos polisi WBL, Selasa(20/11/2018) dini hari.
Sekitar pukul 01.00 Wib, kaca pos polisi dilempari oleh 2(dua) orang tak dikenal yang belakangan salah satu pelakunya diketahui berinisial ER.
Saat beraksi, pelaku menggunakan katapel berpeluru biji kelereng. Pelaku beraksi bersama temannya berboncengan sepeda motor.
Lontaran biji kelereng mengenai mata Bripka AA, polisi yang tengah berjaga di pos polisi WBL tersebut.
Kendati terluka, dia tetap mengejar dan berhasil menangkap ER. Pria yang ternyata pecatan polisi itu kemudian dibawa ke Markas Polsek Brondong dan dilakukan pemeriksaan awal.
Bripka AA yang mengalami luka serius, mendapat penanganan medis di RS Bhayangkara Mapolda Jatim, dan harus menjalani operasi.(hadi/r7)
[youtube width=”100%” height=”300″ src=”eEt1RhUI_Dc”][/youtube]