Gubernur Khofifah Tampung Sembilan Rekomendasi Aliansi Serikat Buruh

Surabaya,(DOC) – Peringatan Hari Buruh Rabu 1 Mei 2019 di Jawa Timur berlangsung berbeda dengan tahun sebelumnya.

Para buruh tak lagi menggelar aksi turun jalan, melainkan menggelar doa bersama atau istigozah di 2 lokasi yakni di depan kantor Gubernuran, Jalan Pahlawan dan di depan Gedung Negara Garahadi.

Bacaan Lainnya

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa yang hadir dalam kesempatan itu, menyepakti 9 rekomendasi tuntutan aliansi serikat buruh.

Rekomendasi tersebut diantaranya revisi PP Nomer 78 tentang Perburuhan, Jaminan pesangon yang akan di telaah kembali dan pembentukan badan pengawas rumah sakit.

“Tim akan menelaah materi PP 78. Nanti pokok-pokok materinya akan dibicarakan ke Aliansi Serikat Buruh. Proses ini butuh waktu 6 bulan sebelum di lanjutkan ke MA(Mahkamah Agung,red),” ungkap Khofifah, Rabu(1/5/2019).

Soal pesangon yang akan ditelaah kembali, menurut Khofifah, akan diserahkan ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinakertrans) Jawa Timur.

“Rekomendasi buruh tentang adanya jaminan pesangon, Disnakertrans yang akan mengkajinya dengan mengajak Aliansi Serikat Buruh. Setelah itu dikoordinasikan dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi,red) agar bisa berjalan sesuai aturan. Ini faktor kehati-hatian karena menyangkut jaminan pesangon pensiun atau PHK,” tandasnya.

Mengenai badan pengawas rumah sakit, lanjut Khofifah, tugasnya menerima dan memantau keluhan para buruh yang sakit.

“Nanti anggotanya bisa dari tookoh masyarakat, sehingga dengan badan pengawas ini tak ada lagi pasien buruh yang ditolak oleh pihak rumah sakit. Nanti juga akan dibentuk Pengawas Ketenagaakerjaan. Cuman usulan buruh pembentukannya per-daerah agar bisa di intergrasikan dengan Bakorwil,” katanya.

Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia Rayakan Hari Buruh dengan Potong Tumpeng.

Sementara itu Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KPRI) menggelar syukuran dengan memotong tumpeng di sebuah coffe di depan gedung negara Grahadi, Rabu(1/5/2019).

foto : Ketua KPRI Reike Diah Pitaloka Tumpengan di Coffee Toffee depan Grahadi Peringati Hari Buruh

Ketua KPRI, Rieke Diah Pitaloka hadir memimpin acara tasyakuran ini.

“Acara tasyakuran merupakan bentuk mewujudkan Indonesia sebagai negara industry. Sehingga dalam kegiatan ini, kita undang juga para pekerja yang menjadi bagian penting dalam pembangunan industry,” ungkap Rieke.

Ia berharap pemerintah dapat menindaklanjuti tuntutan kaum buruh terutama masalah kesejahteraan dan jaminan kesehatan.

“Tuntutan ini hampir setiap tahun disampaikan oleh para buruh,” pungkasnya.(div/r7)